Menhub ingatkan pemudik jangan gunakan sepeda motor

Menhub ingatkan pemudik jangan gunakan sepeda motor

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (tengah) kepada pers saat menyampaikan persiapan pemerintah menghadapi arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA/Ahmad Wijaya

Saya ingatkan kembali bahwa kecelakaan yang terjadi saat arus mudik sebanyak 70 persen dialami oleh sepeda motor. Untuk itu sebaiknya jangan lagi gunakan sepeda motor untuk kendaraan pulang kampung
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan masyarakat yang ingin mudik untuk liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 jangan menggunakan sepeda motor, karena pemerintah telah menyediakan angkutan umum seperti kereta api dan bus yang cukup.

"Saya ingatkan kembali bahwa kecelakaan yang terjadi saat arus mudik sebanyak 70 persen dialami oleh sepeda motor. Untuk itu sebaiknya jangan lagi gunakan sepeda motor untuk kendaraan pulang kampung," kata Budi Karya kepada pers usai meninjau Posko Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Kamis.

Posko berlokasi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dan akan beroperasi mulai 19 Desember 2019-6 Januari 2020.

Dikatakan Menhub, untuk kereta api misalnya, pemerintah sudah menyediakan kereta api dengan berbagai tujuan kota di Jawa yang saat ini saja penjualan tiket baru mencapai 57 persen.

Kemenhub menyelenggarakan Program Mudik Gratis menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru dengan menyediakan 35 bus untuk umum dan tiga bus untuk penyandang disabilitas, yang pendaftaran berlangsung 19 November-19 Desember 2019 dan keberangkatan tanggal 21 Desember 2019.

Tujuan bus angkutan mudik gratis adalah ke Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Boyolali, Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Total jumlah penumpang yang kita targetkan bus mudik gratis ini adalah 2.475 orang, dengan terbanyak tujuan Solo 900 orang disusul Yogyakarta 450 orang.

Menhub mengatakan pula, titik kritis yaitu kemungkinan akan terjadi kepadatan kendaraan dan penumpang antara lain akan terjadi di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, menyusul dengan telah selesainya tol Sumatera, sehingga diperkirakan akan banyak masyarakat yang menggunakan jalan darat.

Untuk itu, Kemenhub sudah minta kepada PT ASDP Ferry (Persero), sebagai pengelola Pelabuhan Merak dan Bakauheni, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan agar tak terjadi antrean dan kemacetan panjang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, salah satu upaya untuk mempercepat kendaraan masuk ke pelabuhan adalah sudah mulai diterapkan pembayaran non tunai atau cashless.

"Memang masih perlu mengubah pola pikir pengemudi truk dari pembayaran tunai menuju pembayaran non tunai," katanya.

Titik krusial lain kemungkinan juga akan terjadi di penyebrangan Danau Toba, karena banyak masyarakat setempat yang ingin melakukan ibadah serta mudik di kota-kota sekitarnya.

"Sekalipun pemerintah sudah menyiapkan kapal roro yang cukup dan aman, kami tetap imbau agar masyarakat jangan memaksakan diri naik kapal yang sudah penuh. INi semata-mata untuk keamanan penumpang sendiri," katanya.

Baca juga: Menhub ancam operator bus yang abaikan keselamatan penumpang

Baca juga: Kemenhub buka Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru, ini fungsinya

 

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar