Siaga darurat banjir dan longsor diberlakukan di Riau

Siaga darurat banjir dan longsor diberlakukan di Riau

ARSIP: Warga melihat kondisi jalan lintas Provinsi Riau-Sumbar yang putus akibat banjir di Desa Tanjung Balit, Sumatera Barat, Jumat (3/3/2017). Tingginya curah hujan di Provinsi Sumbar dan Riau mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan, jalan putus serta longsor. ANTARA/Rony Muharrman/am.

Dengan telah ditetapkannya status siaga darurat bencana banjir dan longsor di empat kabupaten, maka Pemerintah Provinsi Riau dapat menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor di Provinsi Riau tahun 2019
Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor hingga akhir tahun 2019.

Pengumuman penetapan status siaga darurat disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana yang mewakili gubernur, di Pekanbaru, Jumat.

Dalam rapat tersebut turut hadir Direktur Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, perwakilan dari BMKG, Basarnas Pekanbaru serta TNI dan Polri.

"Status siaga darurat banjir dan longsor di Provinsi Riau tahun 2019 terhitung tanggal 20 Desember sampai dengan 31 Desember 2019," kata Yan Prana.

Dengan adanya penetapan status siaga darurat tersebut, menjadi solusi bagi pemerintah daerah yang terkendala dana untuk penanganan bencana pada akhir tahun, karena pemerintah pusat akan memberikan bantuan melalui BNPB.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edwar Sanger menjelaskan, banjir sudah melanda enam kabupaten di Riau pada akhir tahun ini. Lokasinya antara lain di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi (Kuansing), Indragiri Hulu (Inhu), dan Rokan Hilir (Rohil).

Sudah ada empat pemerintah daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor, yakni Kabupaten Kampar, Rohul, Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu).

"Dengan telah ditetapkannya status siaga darurat bencana banjir dan longsor di empat kabupaten, maka Pemerintah Provinsi Riau dapat menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor di Provinsi Riau tahun 2019," kata Edwar.

Menurut dia, BPBD Riau bersama badan dan instansi terkait juga sudah melakukan rapat pendahuluan untuk mempertimbangkan potensi bencana dan risikonya pada Kamis (19/12) yang hasilnya merekomendasikan agar status siaga darurat bisa segera ditetapkan oleh Pemprov Riau.

"Riau dalam kategori mudah hingga sangat mudah terjadi banjir, longsor dan puting beliung. Selain itu dibukanya pintu pelimpah di PLTA Koto Panjang telah membuat ketinggian air di Sungai Kampar bertambah sehingga meluap di daerah aliran sungainya," kata Edwar.

Direktur Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, mengatakan langkah penetapan status siaga darurat banjir dan longsor Riau sudah tepat sehingga pemerintah pusat bisa turun tangan.

"Ada dana kedaruratan BNPB yang bisa digunakan untuk membantu penanganan warga yang terdampak bencana," katanya.

Meski begitu, ia berharap agar pemeritah daerah memperkuat sinergitas dengan masyarakat dan juga pers untuk mencari sebab masalah banjir dan solusi terbaik untuk ke depan.

Sementara itu, BMKG Stasiun Pekanbaru memprakirakan curah hujan cukup tinggi hingga akhir tahun 2019 di Riau. Kondisi ini akan terjadi hingga Januari.

"Sampai akhir Desember akan banyak hujan. Januari mulai berkurang curah hujan dari wilayah Riau bagian Utara. Januari masih ada peluang banjir, tapi kecil," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki.

Baca juga: Banjir genangi lima daerah di Riau, telan satu korban jiwa

Baca juga: Lalu lintas Sumbar-Riau putus akibat longsor terjang kawasan Koto Alam

Baca juga: Riau siaga darurat banjir dan longsor

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengungsi korban banjir tetap kenakan masker dan menjaga jarak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar