Jakarta, 24/10 (ANTARA) - Festival Seni Pertunjukan Internasional Asia Tri Jogja 2008 yang digelar selama dua hari (23-24/10) di Museum Ullen Sentalu Kaliurang, Sleman Yogyakarta diikuti para seniman dari sejumlah negara Asia. Festival yang digelar gratis untuk umum tersebut mempunyai nilai strategis dalam upaya merevitalisasi dan meningkatkan apresiasi terhadap berbagai jenis seni dan kebudayaan. Menurut Dwi Suprayitno, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, seni dan budaya termasuk di antaranya seni pertunjukan bila dikelola dan dikemas secara profesional akan menjadi aset pariwisata yang sangat potensial. Seni budaya menjadi daya tarik pariwisata yang mendatangkan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat, kata Dwi Suprayitno di Sleman, Kamis (23/10). Dalam festival seni pertunjukan internasional yang kali ini mengambil tema An Initiatives to Enriching Intercultural Experiences tersebut menampilkan sejumlah seniman antara lain Kaszo Takemoto dari Jepang mempertunjukan Dance Venus dan tuan rumah Pangesti Jawi Jogja. Keduanya tampil saat pembukaan. Pada hari pertama itu ditampilkan pula kelompok seni pertunjukan dari Korsel, Hyang Hye Jin, Gan Buk Gu, dan Gang Neng, sedangkan dari Lebanon menampilkan kelompok Almajddance. Tampil pula kelompok dari Surabaya Elles Ballet. Hari kedua (Jumat,24/10) menurut rencana akan menampilkan kelompok seni pertujukan dari Malaysia (Mistika Akustika), Payon Percussion, Djagong Percussion, dan Kunokini Percussion dari Jakarta, Hip Hop Foundation dari Jogja, Tadulako Art Community dari Palu, Kahanan Community dari Jakarta. Festival yang digelar dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB itu banyak diminati masyarakat. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi: Surya Dharma, Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Telepon: 021 - 3838167, 021 - 3838131, Fax: 021 - 3849715

Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2008