Aceh Barat tambah modal ke Bank Aceh Syariah Rp4,8 miliar mulai 2020

Aceh Barat tambah modal ke Bank Aceh Syariah Rp4,8 miliar mulai 2020

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Barat, Zulyadi. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, nantinya akan menguntungkan pemerintah daerah dan masyarakat, karena keuntungan dalam penyertaan modal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat
Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) menyetujui usulan penambahan penyertaan modal ke PT Bank Aceh Syariah sebesar Rp4,9 miliar lebih yang akan dimulai pada 2020.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah (Qanun) Kabupaten Aceh Barat Tahun 2019 terkait penyertaan modal kepada bank daerah setempat.

"Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, nantinya akan menguntungkan pemerintah daerah dan masyarakat, karena keuntungan dalam penyertaan modal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Barat, Zulyadi di Meulaboh, Jumat.

Menurut dia, ada pun jumlah modal yang akan disertakan tersebut meliputi dua tahap masing-masing pada 2020 sebesar Rp2,4 miliar lebih dan pada 2021 sebesar Rp2,4 miliar lebih.

Dengan adanya penambahan modal ini, maka jumlah modal yang sudah disertakan kepada PT Bank Aceh Syariah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp24,9 miliar lebih, karena selama ini jumlah modal yang sudah disertakan kepada bank daerah tersebut senilai Rp20 miliar.

Dana yang disertakan sebagai modal (saham) tersebut selama ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Barat.

"Nantinya setiap tahun, Pemkab Aceh Barat akan memiliki dana deviden (bagi hasil) dari penyertaan modal tersebut, sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Zulyadi.

Sebelumnya, Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggot DPRK Aceh Barat yang telah menyelesaikan pembahasan terhadap Rancangan Qanun (Perda) yang diajukan pihak eksekutif untuk ditetapkan sebagai Qanun Kabupaten Aceh Barat.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif dan kerja keras sidang dewan yang terhormat, dalam melakukan pembahasan dan penelaahan secara lebih mendalam demi terwujudnya yang terbaik bagi kelangsungan roda pemerintahan kedepan, yang diharapkan bisa berjalan lebih efektif, efesien serta lebih berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Ia juga berharap agar pihak eksekutif dan legislatif tetap mengedepankan upaya-upaya untuk melakukan perubahan, serta pembenahan sistem birokrasi penyelenggaraan pemerintahan daerah secara lebih optimal, sehingga akan mempercepat gerak pembangunan di Kabupaten Aceh Barat.

“Dengan semangat kebersaman dan komitmen kita bersama, diharapkan pembangunan yang sedang digulirkan di Kabupaten Aceh Barat dapat terlaksana dengan baik, dan menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Tahun 2020, Seluruh perbankan di Aceh wajib terapkan sistem syariah

Baca juga: Bank Aceh Siap Dukung Penerimaan Daerah Berbasis teknologi Informasi

Baca juga: Plt Gubernur minta Bank Aceh Syariah perbarui teknologi

 

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diterjang banjir jembatan di Aceh Barat putus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar