Artikel

2019 tahun terbaik pasar keuangan bagi investor?

2019 tahun terbaik pasar keuangan bagi investor?

Pedagang bekerja di lantai di New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, 24 Juni 2019. REUTERS/Brendan McDermid/Fail Foto

London (ANTARA) - Untuk semua kegelisahan tentang perang perdagangan, geopolitik dan ekonomi global yang tergagap-gagap dan terlilit utang, 2019 mungkin merupakan tahun terbaik yang pernah dimiliki investor.

Jumlahnya mengejutkan. Saham global telah menumpuk lebih dari 10 triliun dolar AS, pasar obligasi  bergairah, harga minyak melonjak hampir 25 persen,  Yunani dan Ukraina yang sempat diterpa krisis kini telah berkinerja baik, bahkan harga emas telah bersinar.

Wall Street dan indeks MSCI hampir 50-negara di dunia keduanya menyerbu ke rekor tertinggi setelah masing-masing melompat 30 persen dan 24 persen. Eropa, Jepang, China dan Brazil semuanya naik sedikitnya 20 persen dalam bentuk dolar juga. Tidak persis jelek.

Menggambarkan kondisi sebaliknya dari 2018, ketika hampir semuanya jatuh? Mungkin. Tetapi ada beberapa pendorong penting.

Baca juga: Aset keuangan swasta global jatuh untuk pertama kalinya sejak 2008

Salah satunya adalah China menunjukkan keseriusan tentang stimulus untuk ekonomi sebesar 14 triliun dolar AS. Yang lainnya adalah perubahan arah dari bank-bank sentral top dunia, dipimpin oleh Federal Reserve, yang memangkas suku bunga AS untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan lebih dari satu dekade sebelumnya.

"Padahal setahun yang lalu The Fed menaikkan suku bunga dan pendapatan berjatuhan, tahun ini Anda merasa The Fed berada di pihak Anda," kata James Clunie, yang mengelola perusahaan dana Absolute Return Fund milik Jupiter.

"Mereka bersedia untuk melakukan QE4 -- putaran keempat pelonggaran kuantitatif -- di pasar saham (rekor) tertinggi, yang luar biasa," tambahnya, merujuk pada upaya Fed untuk menurunkan lonjakan suku bunga pasar uang yang beberapa menyatakan dapat membentuk putaran keempat pembelian aset pelonggaran kuantitatif.

Reuters Graphic


Pergeseran The Fed dan badai salju penurunan suku bunga dunia yang terjadi sejak itu telah mendorong pasar obligasi naik seperti roket.

Obligasi AS, tolok ukur IOU --tanda terima utang -- pemerintah di dunia, telah mengalami kehilangan besar 9,4 persen setelah imbal hasil jatuh sebanyak 120 basis poin. Itu menyusul hampir 40 basis poin penurunan pada kuartal terakhir 2018, setelah lima kuartal di mana mereka secara konsisten meningkat.

Bund (obligasi Jerman) -- aset paling aman di Eropa -- memiliki tahun terbaik dalam lima tahun, menghasilkan sekitar 5,5 persen dalam bentuk euro karena Bank Sentral Eropa (ECB) juga berbalik arah. Imbal hasil obligasi 10-tahun turun di bawah nol persen untuk pertama kalinya sejak 2016 pada Maret dan menukik sedalam -0,74 persen pada September.

Baca juga: Pasar modal dunia dihantam sentimen negatif Pemilu AS

Dalam komoditas, minyak telah meningkat hampir 25 persen mengikuti kuartal pertama terbaik sejak 2009. Itu, ditambah perubahan aturan dividen utama, telah menjadikan pasar saham Rusia yang terbaik di dunia dengan kenaikan 40 persen dan juga menjadikan rubel mata uang tiga teratas.

Logam memiliki kinerja yang lebih beragam. Tembaga hanya naik empat persen setelah tertekuk parah ketika ketegangan perdagangan melambung di pertengahan tahun, dan aluminium turun dua persen. Tapi paladium, yang digunakan dalam konverter katalitik mobil dan truk, telah melonjak 55 persen, sementara emas memiliki tahun terbaik sejak 2010 dengan lonjakan 15 persen.

Statistik yang cenderung membuat sebagian besar rahang turun adalah bahwa bank-bank Yunani -- ingat semua krisis utang euro dan kontrol barang beberapa tahun lalu? -- telah menjadi beberapa saham dengan kinerja terbaik di dunia tahun ini.

Bank pemberi pinjaman terbesar di negara itu, Piraeus Bank melejit 250 persen, demikian pula Attica Bank yang lebih kecil, membantu menjadikan Athena bursa Eropa terkuat tahun ini.

Tetapi keuntungan itu terlihat sedikit lebih kecil dibandingkan dengan streaming video California, Roko, yang sahamnya meroket 440 persen tahun ini.

FANG-TASTIS

Saham-saham teknologi FANG -- Facebook, Amazon, Netflix and Google (sekarang Alphabet, Inc.) -- tetap di posisi teratas. Apple mungkin baru saja kehilangan mahkotanya, karena perusahaan paling berharga di dunia diambil Saudi Aramco, tetapi Apple dapat menghibur diri dengan lompatan 77 persen tahun ini.

Facebook telah melonjak 57 persen, Microsoft naik 53 persem, Google naik 30 persen, Netflix naik 24 perse dan Amazon naik 19 persen. Sektor teknologi China juga reli 64 persen dengan raksasa daring Alibaba melonjak 53 persen.

Aset-aset kripto biasanya liar. Bitcoin naik lebih dari 260 persen pada Juni tetapi telah diseret kembali menjadi sekitar 85 persen.

Imbal hasil tinggi surat utang berisiko tinggi, obligasi korporasi dan obligasi emerging market dalam mata uang lokal dan semuanya membawa antara 11 persen hingga 14 persen, sementara obligasi dolar Ukraina dan obligasi euro Yunani telah menumpuk hasil di lebih dari 30 persen.

"Ini persisi tahun yang luar biasa bagi kelas aset," kata Pictet, manajer portofolio surat utang emerging market Guido Chamorro.

"Ini telah menjadi reli tanpa henti di seluruh papan selama beberapa bulan terakhir dan mungkin terus berlanjut hingga tahun depan."

Reuters Graphic

Meskipun hampir setiap hari terjadi kekacauan Brexit, kemenangan kembali Partai Konservatif Boris Johnson dalam pemilu yang dipercepat, telah mengembalikan imbal hasil 4,5 persen dan kenaikan sterling hampir 6,0 persen, menjadikan kuartal terbaik sejak 2009.

Sebaliknya, putaran Fed dan pelonggaran ketegangan perdagangan berarti indeks dolar akan mengalami kuartal terburuknya dalam 1,5 tahun. Namun demikian, masih mencatat kenaikan 1,5 persen untuk tahun ini, artinya itu akan menjadikan tahun merah kelima bagi euro dalam enam tahun terakhir.

Seperti biasa, perubahan besar terjadi di pasar negara-negara berkembang. Peso Argentina dan lira Turki, samsak tinju 2018, mengalami pemukulan lagi. Kesengsaraan Argentina telah memburuk sehingga merestrukturisasi utangnya lagi sementara kekhawatiran Turki belum benar-benar hilang.

Di ujung lain spektrum, presiden baru dan agenda reformasi baru telah melihat mata uang hryvnia Ukraina melonjak 19 persen. Rubel Rusia naik 11 persen dan pound Mesir menyelip di antaranya dengan kenaikan 11,7 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah dorong UMKM tembus pasar global

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar