Bandung (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah pasti akan melakukan penyesuaian (menurunkan) harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, apabila memang keuangan negara memungkinkan. "Yakinlah pemerintah pasti akan sesuaikan (turunkan) harga bahan bakar minyak kalau keuangan negara memungkinkan," kata Wapres Jusuf Kalla saat bersilaturahmi dan halal bihalal dengan para kader Partai Golkar se Jawa Barat di Bandung, Minggu. Sebelumnya Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, UU Rukmana menyampaikan pertanyaan masyarakat kenapa pemerintah belum juga menurunkan harga BBM meski harga minyak dunia sudah mengalami penurunan. Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa untuk penentuan harga BBM dipengaruhi oleh empat hal. Pertama, harga minyak dunia. Saat ini memang telah ada penurunan harga minyak dunia. Namun, tambah Wapres, sampai kapan penurunan tersebut akan bisa bertahan? Apakah ada jaminan tidak akan ada kenaikan harga lagi? Kedua, berkaitan dengan nilai tukar rupiah. Menurut Wapres, saat ini yang terjadi justru terjadi kurs rupiah yang melemah hingga ke level Rp10.150. Artinya, kata Wapres, meski harga minyak dunia turun tetapi karena kurs rupiah melemah, justru terjadi kenaikan. Ketiga, tergantung dari besaran subsidi yang telah ditetapkan. Keempat, penghitungan harus dilakukan berdasarkan harga rata-rata per tahun. Jadi kalau saat ini 64 dolar AS tidak bisa karena juga pernah di atas 100 Dollar AS. Penghitungannya harus dilakukan dalam rata-rata per tahun. "Intinya pemerintah tak pernah ambil untung dari harga bahan bakar minyak yang disubsidi. Yakinlah itu," kata Jusuf Kalla. Acara silaturahmi tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan serta para fungsionaris DPP Partai Golkar dan seluruh caleg partai Golkar se-Jabar. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008