Andien sebut hutan kota penting untuk menjaga kewarasan warga

Andien sebut hutan kota penting untuk menjaga kewarasan warga

Warga mengunjungi area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Utan Kemayoran di kawasan Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/12/2019). RTH Utan Kemayoran seluas 22,3 hektare tersebut sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan konservasi dengan mengusung konsep "Three Wonderful Journeys". ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Andien menyambut baik kehadiran Utan Kemayoran untuk menambah jumlah ruang terbuka hijau di Jakarta dan baginya keberadaan hutan kota baik untuk menjaga kewarasan warga ibu kota.

"Saya berterima kasih akhirnya kita punya lahan untuk waras bersama keluarga, bisa mutar-mutar di hutan kota, jalan-jalan bersama, kita bisa foto-foto enggak hanya di mall," kata Andien saat hadir dalam pembukaan Utan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu.

Menurut pelantun "Sahabat Setia" itu, kehadiran Utan Kemayoran menunjukkan semakin banyak pihak yang sudah peduli dengan keberadaan ruang terbuka hijau di Jakarta, baik pemerintah, swasta maupun pihak lainnya.

"Aku senang banget semua pihak sudah mulai membuka mata tentang pentingnya lahan hijau di Jakarta," kata Andien.

Andien mengatakan, bagi warga ibu kota yang hidup dengan kesibukan, polusi dan berpacu dengan waktu membutuhkan semua ruang terbuka hijau untuk kembali menjadi dirinya.

Baca juga: Utan Kemayoran hadir sebagai solusi tata hijau perkotaan
Suasana Utan Kemayoran pascarevitalisasi oleh PPK Kemayoran. (ANTARA/HO/Dokumentasi PPK Kemayoran)
Ia mencontohkan beberapa kota sibuk di dunia seperti New York dengan Central Park-nya atau Royal Park di London dan Sydney Park di Australia. Di kota-kota itu, masyarakat merasakan pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau.

Andien pernah mengajak berbincang orang-orang yang ada di New York dan menanyakan tanggapan warga sekitar mengenai apa yang mereka lakukan apabila Central Park tidak ada.

"Mereka kesusahan jika tidak ada Central Park, bagi mereka Central Park satu-satunya hal yang bisa 'keep our sanity' (jaga kewarasan), jawab mereka," kata Andien.

Andien tampil membawakan lima lagu andalannya seperti "Teman Setia", "Teristimewa", "Indahnya Dunia", "Milikmu Selalu" dan satu lagu spesial yang dibawakannya khusus di acara pembukaan Utan Kemayoran, yakni "Keroncong Kemayoran".

"Sebelum berangkat sudah ditentukan song list-nya, tapi kayaknya seru juga bawakan lagu ini di Utan Kemayoran. Jadi ini tidak pakai latihan dulu," kata Andien membawakan lagu keempatnya.

Baca juga: PPK kemayoran revitalisasi Utan Kemayoran di lahan seluas 22 hektar
Andien ketika tampil dalam peresmian Utan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Ruang terbuka hijau (RTH) Utan Kemayoran resmi diluncurkan oleh Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, Wali Kota Jakarta Selatan, Bayu Meghantara dan Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek (PPK) Kemayoran Medi Kristianto.

Utan Kemayoran terletak di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat, memiliki luas 22,3 hektare terdiri atas daratan dan danau alami dilengkapi fasilitas baru seperti tempat penangkaran burung, kupu-kupu, "viewing tower" untuk melihat pemandangan sekeliling Kemayoran dari atas.

Sarana amphiteater dan "floating stage" untuk pentas seni atau aktivitas komunitas maupun masyarakat, jembatan gantung melengkung yang berfungsi sebagai "viewing deck" yang melayang di atas air.

Selanjutnya fasilitas olahraga seperti "jogging track" yang sudah ada di Utan Kemayoran semakin menambah kenyamanan bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik.

Medi Kristianto mengatakan kehadiran Utan Kemayoran diharapkan dapat menambah luas ruang terbuka hijau di Ibu Kota Jakarta yang berperan dalam mengurangi degradasi lingkungan kota serta menjaga ekosistem.

"Utan Kemayoran dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas melalui fasilitas-fasilitas baru yang ada gratis tanpa dipungut bayaran," kata Medi.
Baca juga: DKI targetkan pembebasan 159 titik lahan untuk RTH
Baca juga: Pemprov DKI terus beli lahan untuk ruang terbuka hijau

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peziarah diminta taat protokol saat makam dibuka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar