Belitung siapkan 80 kegiatan wisata menarik sepanjang 2020

Belitung siapkan 80 kegiatan wisata menarik sepanjang 2020

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie didampingi pelaku usaha di Belitung (babel.antaranews.com/kasmono)

Belitung bukan hanya menawarkan keindahan alam dan pantai saja, namun ada sisi lain berupa keunikan dan "experience tourism" yang dapat dinikmati oleh wisatawan.
Belitung,Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiapkan sebanyak 80 kegiatan wisata menarik sepanjang  2020 guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Pada 2020 kegiatan wisata meningkat dibandingkan 2019 yang hanya berjumlah 30 kegiatan," kata Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie usai meluncurkan "calendar of event 2020" di Tanjung Pandan, Minggu.

Menurut dia, kalender wisata pada tahun ini dikemas dan disebarluaskan dengan tampilan digital sehingga sangat mudah diakses oleh wisatawan.

"Dengan demikian informasi ini juga bisa sampai secara massif ke seluruh Indonesia dan juga seluruh dunia," ujarnya.

Ia mengatakan, Belitung bukan hanya menawarkan keindahan alam dan pantai saja, namun ada sisi lain berupa keunikan dan "experience tourism" yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

Baca juga: Pariwisata Toba, delapan kepala daerah perlu tingkatkan koordinasi

"Seperti ikut kelas membatik, belajar membuat piring dari keramik, memasak gangan makanan khas Belitung, merajut kopi dari daun pohon kelapa. Wisata pengalaman seperti ini sangat laku di luar negeri," katanya.

Ia berharap, banyaknya agenda wisata pada 2020 akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Kalau satu kegiatan bisa menarik 1.000 orang berarti satu tahun bisa 80.000 orang itu di luar wisatawan yang datang karena ada kegiatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Hermanto mengatakan pada tahun 2020 target kunjungan wisatawan ke Belitung adalah sebanyak 500.000 orang.

"Kami berharap kunjungan wisatawan di 2020 mencapai 500.000 orang walaupun memang tahun ini jumlahnya menurun sebabnya bukan hanya satu daerah tapi secara nasional," ujarnya.
Baca juga: Belitung tahan sementara ekspor ikan kerapu ke pasar dunia

Pewarta: Kasmono
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar