Masyarakat diajak amalkan Pancasila cegah intoleransi beragama

Masyarakat diajak amalkan Pancasila cegah intoleransi beragama

Tigor Mulo Horas Sinaga, Ketua Bidang Pemuda PGLII DKI Jakarta (kiri) dan Bondan Wicaksono, Ketua Pemuda Katholik DKI Jakarta (kanan) (Istimewa)

perlu ingat pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan untuk mencegah intoleransi,
Jakarta (ANTARA) - Masyarakat diajak untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya untuk mencegah meluasnya potensi terjadinya intoleransi beragama.

Ketua Bidang Pemuda Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta Tigor Mulo Horas Sinaga di Jakarta, Minggu, menekankan pentingnya pengamalan Pancasila dan secara khusus mengajak para pemuda Nasrani untuk turut mempedulikan bangsa.

“Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, kita perlu ingat pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya intoleransi,” katanya.

Baca juga: APTH Muhammadiyah bertemu Mahfud, bahas soal Pancasila

Horas yang juga Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research & Consulting (GORC) ini mengakui selama ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kaum Nasrani di Indonesia sebab mereka hidup bersama dan berinteraksi dengan harmonis di tengah masyarakat di negara yang dikenal paling plural sedunia ini.

Horas menambahkan, mengamalkan Pancasila juga merupakan bagian dari ajaran agama Nasrani baik secara mandat Injil maupun mandat budaya.

“Bahkan sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan, ada anak muda Nasrani yang terlibat aktif di dalam membangun masyarakat secara signifikan dan menjadi teladan dalam mengemban mandat Injil dan mandat Budaya, sebut saja Albertus Soegijapranata dan Todung Sutan Gunung Mulia,” katanya.

Oleh karena itu pada masa kini kata dia, ia menyerukan kaumnya untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila saat ini sudah pada tahap lampu kuning, jika kita semua rakyat Indonesia tidak segera sadar, maka tahun 2030 akan menjadi tahun yang menyedihkan bagi Republik ini,” katanya.

Atas dasar itu, menurut Horas, upaya menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan prioritas bagi umat Nasrani dalam mensyukuri Natal 2019 dan memasuki 2020. Ia menyebut hal ini sebagai ikhtiar pembumian dan habituasi Pancasila.

Sejalan dengan itu, Ketua Pemuda Katolik DKI Jakarta Bondan Wicaksono, melihat umat Nasrani di Indonesia perlu lebih berpartisipasi aktif dalam ikhtiar pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila.

“Realitas hari-hari ini masih banyak warga gereja di Indonesia yang belum sadar pada perannya di tengah-tengah masyarakat, sehingga masih belum maksimal dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bondan.

Menurut dia, jika negara ini tidak dijaga oleh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan praktis, maka negara ini tentu akan lebih kacau keadaannya. “Makin banyak yang intoleran dan segala hal buruk lainnya,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, menurut Bondan, masyarakat dari berbagi denominasi di Indonesia perlu mulai memahami Pancasila dengan baik.

“Seluruh umat beragama selayaknya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kerja, masyarakat, dan keluarga," kata Bondan.

Baca juga: Pancasila dan bela negara upaya mengatasi perdagangan manusia
 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini pandangan kaum milenial terhadap nilai pancasila

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar