Nepal tahan 122 warga China atas dugaan kejahatan siber, penipuan bank

Nepal tahan 122 warga China atas dugaan kejahatan siber, penipuan bank

Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli untuk berpamitan setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama dua hari, di Kathmandu, Nepal, Minggu (13/10/2019). (REUTERS/POOL)

Ini merupakan kali pertama orang asing sebanyak itu ditahan karena dugaan kasus kriminal.
Kathmandu (ANTARA) - Kepolisian Nepal menahan 122 warga negara China dalam tindak lanjut kasus kriminal terbesar di negara itu yang dilakukan oleh orang asing yang masuk dengan visa wisatawan.

"Ini merupakan kali pertama orang asing sebanyak itu ditahan karena dugaan kasus kriminal," kata Kepala Polisi Uttam Subedi di Kathmandu, ibu kota Nepal, pada Selasa.

Ia menyebut 122 orang China yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu dikumpulkan dalam beberapa penyergapan di hari sebelumnya berdasarkan informasi bahwa mereka terlibat aktivitas mencurigakan.

Baca juga: Nepal berusaha akhiri ketergantungan pada India    

Orang-orang itu diduga melakukan kejahatan siber dan peretasan mesin tunai bank, kata Subedi menambahkan bahwa sebelumnya mereka diamankan di beberapa kantor polisi dengan paspor dan laptop yang juga ikut disita.

Pejabat Kedutaan Besar China di Kathmandu belum berkomentar mengenai kasus ini meskipun menurut polisi senior Hobindra Bogati, pihak kedutaan telah mengetahui peristiwa penangkapan serta mendukung penahanan tersebut.

Warga negara China tercatat biasa ditahan di beberapa negara Asia dengan tuduhan keterlibatan dalam berbagai aktivitas ilegal yang seringkali merupakan penipuan.

Baca juga: Cara Nepal Atasi Kejahatan di Warnet

Pekan lalu, misalnya, otoritas Filipina menangkap 342 pekerja China dalam sebuah penyerbuan terhadap operasi perjudian tanpa izin.

Sebelumnya, pada September, polisi di sana juga menangkap lima orang warga negara China atas tuduhan pencurian uang dengan meretas mesin tunai milik bank. Ada pula yang ditangkap karena menyelundupkan emas.

Dalam kunjungan Presiden China Xi Jinping pada Oktober lalu, Nepal dan China sebetulnya menandatangani kesepakatan atas kerja sama menangani kasus-kasus kriminal.

China sendiri terus menambah jumlah investasi di Nepal beberapa tahun belakangan untuk beberapa sektor seperti konstruksi jalan, pembangkit listrik, serta rumah sakit.

Lebih dari 134.000 wisatawan China mengunjungi Nepal dalam jangka waktu bulan Januari hingga Oktober tahun ini, yang tercatat naik 9,2 persen dibandingkan periode waktu yang sama pada 2018, menurut data resmi Lembaga Pariwisata Nepal.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga desa di Xinjiang kini menikmati air bersih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar