Thailand bakal buka industri pengolahan tuna di Surabaya

Thailand bakal buka industri pengolahan tuna di Surabaya

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kiri) dan Advisor to the Minister of Agriculture and Cooperatives Thailand Alongkorn Ponlaboot. ANTARA/pri.

Indonesia memiliki prioritas utama untuk membawa ikan-ikan segar dari wilayah timur Indonesia ke industri pengolahan.
Jakarta (ANTARA) - Thailand bakal membuka industri pengolahan tuna loin di Surabaya, Jawa Timur, yang menandakan semakin banyaknya investasi pengolahan perikanan yang masuk dari luar negeri ke Tanah Air.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun komunikasi dengan pelaku usaha yang merupakan inti keberlanjutan industri perikanan, termasuk salah satunya melalui investasi asing.

KKP menyambut baik rencana investasi Thailand dan akan memfasilitasi demi kelancaran niat tersebut.

"Meskipun demikian, investasi yang dibuka hanyalah di sektor hilir (pengolahan maupun budidaya), sedangkan di sektor perikanan tangkap tetap tertutup untuk asing," katanya.

Menteri Edhy menyebut, Indonesia memiliki prioritas utama untuk membawa ikan-ikan segar dari wilayah timur Indonesia ke industri pengolahan.

Baca juga: KKP ajak Korea Selatan investasi industri perikanan di Indonesia

Tujuannya untuk memberikan nilai tambah bagi produk perikanan sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh sebab itu, ujar dia, kerja sama melalui investasi di sektor ini dinilai penting.

"Kami akan tetap mengambil sikap tegas terhadap illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing. Namun ini semata-mata dilakukan untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Bukan berarti kami menutup diri untuk menerima investasi di sektor pengolahan atau budidaya," kata Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Sementara itu, Advisor to the Minister of Agriculture and Cooperatives Thailand Alongkorn Ponlaboot menilai, Indonesia memiliki ekonomi yang paling besar dibanding negara ASEAN lainnya.

Oleh karena itu, ia meyakini kerja sama Indonesia dan Thailand dapat memberikan dampak yang besar di ASEAN, khususnya kerja sama kelautan dan perikanan.

"Kami berharap dapat mempercepat implementasi kerja sama kedua negara dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan dan dipererat di masa mendatang," ucapnya.

Baca juga: Japnas siap kembangkan industri perikanan Papua Barat

Kemitraan Indonesia dan Thailand khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan memang sudah terjalin lama. Pada 2020 merupakan tahun perayaan ke-70 hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand.

Untuk itu, Alongkorn menyampaikan bahwa Thailand berharap hubungan antara kedua negara lebih implimentatif.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bea Cukai Aceh musnahkan 89 ekor ayam ilegal senilai Rp 2 Miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar