KBRI Wina adakan kegiatan bela negara di Austria

KBRI Wina adakan kegiatan bela negara di Austria

Dubes RI untuk Austria, Slovenia dan Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina Dr. Darmansjah Djumala pada memperingati Hari Bela Negara tahun 2019 di beberapa kota besar di Austria, antara lain di Wina, Graz dan Innsbruck, melalui upacara bendera dan talkshow, (KBRI Wina)

Menurut Dubes, keterbelahan masyarakat, konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terorisme, radikalisme hingga pengaruh asing dapat mengganggu ideologi negara. Sebagai bangsa, kita harus menyadari Indonesia merupakan ladang subur pertarung
London (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria, Slovenia dan Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina Dr Darmansjah Djumala mengatakan saat ini terdapat potensi ancaman dalam kehidupan bernegara dan berbangsa baik dari dalam maupun luar negeri.

Di hadapan 80 masyarakat Indonesia di Innsbruck, Austria, Dubes Djumala mengatakan bahwa untuk mengatasi sederetan potensi ancaman di atas, perlu adanya kesadaran untuk bela negara.

Karena itu, KBRI/PTRI Wina mengelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bela Negara Tahun 2019 di beberapa kota besar di Austria, antara lain di Wina, Graz, dan Innsbruck, melalui upacara bendera dan talkshow, demikian keterangan pers KBRI Wina yang diterima Antara London, Rabu.

Menurut Dubes, keterbelahan masyarakat, konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), terorisme, radikalisme hingga pengaruh asing dapat mengganggu ideologi negara. Sebagai bangsa, kita harus menyadari Indonesia merupakan ladang subur pertarungan berbagai kepentingan, sehingga keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara harus terus ditanamkan, ujarnya.

Bela negara yang harus dikedepankan saat ini bukan dengan cara angkat senjata ala revolusi fisik, namun lebih menumbuhkan nasionalisme untuk memajukan bangsa dan negara.

"Bela negara dapat dimulai dari diri sendiri, karena selain dilakukan secara formal melalui pendidikan dan pelatihan sebagaimana diatur dan dijamin dalam UU, bela negara juga dapat dilakukan dengan pengembangan dan pengabdian sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing, yang dapat dilakukan pelajar dan ekspatriat Indonesia di Austria," ujarnya pula.

Dubes Djumala mengingatkan perlu disadari, khususnya untuk WNI di luar negeri, termasuk di Austria bahwa bela negara sesungguhnya dapat diwujudkan dengan selalu menjaga orientasi berpikir tentang Indonesia di antara bangsa-bangsa di dunia terutama terkait dengan citra Indonesia yang demokratis, mayoritas muslim, moderat, toleran dan menghargai keberagaman.

Kegiatan bela negara di Innsbruck, ibu kota Provinsi Tyrol Austria, diawali dengan penampilan pencak silat oleh Perisai Diri, grup pencak silat di bawah asuhan warga Indonesia berdomisili di Bonn.

Penampilan pencak silat sebagai salah satu bentuk perayaan setelah masuknya tradisi pencak silat di Indonesia sebagai salah satu Intangible World Cultural Heritage oleh UNESCO.
Baca juga: KBRI Wina gelar temu bisnis dengan pengusaha Slovenia

Adji Subowo, salah satu pembicara wakil masyarakat Indonesia, menyampaikan ia akan terus memainkan perannya sebagai warga Indonesia di St Anton, Austria, khususnya dalam mempererat hubungan masyarakat Indonesia sebagai kontribusinya untuk bela negara.

Sedangkan I Nengah Ardika, salah satu pembicara mewakili pelaku budaya Indonesia dan pemilik usaha Spa di Innsbruck, mengharapkan masyarakat Indonesia di Innsbruck dan KBRI/PTRI Wina dapat terus bersinergi dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia.

Tujuan utama diadakan rangkaian kegiatan bela negara itu, antara lain menumbuhkan kesadaran warga masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang belajar di Austria (PPIA) serta Diaspora Indonesia di Austria tentang pentingnya bela negara, terutama saat berada di luar negeri atau di perantauan.

Selain itu, merupakan salah satu upaya KBRI/PTRI Wina dalam rangka mensosialisasikan pentingnya menumbuhkan sikap dan perilaku warga negara kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca juga: Indonesia jadi "partner country" pameran wisata terbesar Austria

Perilaku mendasar ini merupakan sarana dan upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, khususnya bagi Diaspora Indonesia di Austria.

Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di di Wina, di Graz, Austria. Rangkaian kegiatan tersebut bentuk sosialisasi akan pentingnya bela negara, juga pembinaan KBRI/PTRI Wina kepada Diaspora Indonesia di Austria, untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar