Perampok bank Colorado taburkan uang, berteriak Selamat Natal

Perampok bank Colorado taburkan uang, berteriak Selamat Natal

Ilustrasi: Seorang pria menggunakan topeng Presiden AS Barack Obama merampok kantor cabang Bank Amerika, dalam foto pengawasan tanpa tanggal yang dirilis Kamis (12/9/2013) oleh Kepolisian Merrimack, New Hampshire, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Merrimack Police Department/tm.

Denver, AS (ANTARA) - Seseorang berjenggot putih ditahan dengan jaminan 10.000 dolar AS (sekitar Rp139 juta) karena diduga merampok satu bank Colorado, Amerika Serikat, dan melemparkan uang hasil rampokan tersebut ke udara sambil berteriak "Selamat Natal" kepada pejalan kaki. 

David Wayne Oliver (65) ditangkap di kedai kopi Starbucks yang di dekat lokasi kejadian setelah ia merampok Academy Bank di Colorado Springs pada Senin sore, kata polisi dan media lokal pada Selasa (24/12).

Polisi menyatakan tersangka sebelumnya "mengancam akan menggunakan senjata dan meninggalkan bank dengan sejumlah uang kontan". 

Juru bicara kepolisian belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar, tapi stasiun televisi Colorado Springs KKTV melaporkan bahwa seorang saksi mata, Dion Pascale, ingat saat Oliver melangkah ke luar bank dan menaburkan uang ke segala arah.

Ia mulai mengeluarkan uang dari tas "sebelum berteriak 'Selamat Natal', kata stasiun televisi tersebut --yang mengutip Pascale.

Pascale mengatakan beberapa pejalan kaki memungut sebagian uang dan mengembalikannya ke bank sementara Oliver berjalan ke Starbuck, duduk dan tampaknya menunggu polisi menangkap dia, kata KKTV.

Denver Post mengutip polisi yang mengatakan ribuan dolar masih belum ditemukan dan tak ada petunjuk bahwa Oliver menggunakan senjata dalam peristiwa tersebut.

Oliver, yang dipotret oleh polisi dengan rambut putih-dan-abu-abu serta jenggot putih, ditahan di penjara El Paso County dan dijadwalkan tampil pertama di pengadilan pada Kamis, menurut catatan pengadilan. Belum jelas dari catatan itu apakah ia sudah punya pengacara.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pria AS disuntik mati karena membacok pada 1992

Baca juga: Trump mengaku belum punya kado Natal untuk sang istri 
 

Simulasi Perampokan Bank

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar