Rusia tuduh sekjen PBB tutup mata soal penundaan visa AS

Rusia tuduh sekjen PBB tutup mata soal penundaan visa AS

Fail Foto: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres di Markas Besar PBB, New York, (24/9/2019). ANTARA/REUTERS/Carlo Allegri/aa. (REUTERS/CARLO ALLEGRI)

Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh sekretaris jenderal PBB menutup mata terhadap apa yang Moskow katakan AS menunda mengeluarkan visa bagi pejabat Rusia yang hendak mengunjungi markas besar PBB di New York.

Moskow mengatakan Washington secara sengaja menunda menerbitkan visa bagi pejabat Rusia yang akan melakukan kunjungan ke markas PBB, sebuah langkah yang Rusia anggap dapat memperburuk hubungan keduanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menyatakan melalui pernyataan bahwa sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan yang hendak mendatangi sekretariat PBB harus menunggu "berbulan-bulan" untuk izin visa.

"Terlihat jelas, bahwa semua ini terjadi dengan sedikit perhatian dari Sekjen PBB Antonio Guterres, yang secara efektif mengabaikan pelanggaran AS terhadap Piagam PBB," katanya.

Rusia memanggil diplomat senior AS pada September guna memprotes apa yang mereka sebut penolakan tak dapat diterima dari Washington untuk mengeluarkan visa bagi anggota delegasi Rusia yang hendak mendatangi Majelis Umum PBB.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia panggil diplomat AS terkait visa delegasi PBB

Baca juga: Sekjen PBB tuntut langkah iklim yang lebih berani, "atau kita hancur"

Baca juga: Rusia memveto resolusi DK PBB soal Suriah ke 14 kalinya




 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB bersama Sulawesi dan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar