Dokter Radiologi RS Sanglah imbau masyarakat rutin "screening test"

Dokter Radiologi RS Sanglah imbau masyarakat rutin "screening test"

Dokter spesialis radiologi RSUP Sanglah Denpasar, dr Pande Putu Yuli Ananda Sari SpRad (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2019)

pola hidup lebih banyak makan junk food atau makan di luar tidak bisa kita kondisikan sehat
Denpasar (ANTARA) - Dokter Spesialis Radiologi RSUP Sanglah Denpasar, dr Pande Putu Yuli Ananda Sari SpRad, mengimbau agar masyarakat rutin melakukan screening test, mulai dari Ultrasonografi (USG) leher, USG Mamae dan USG Abdomen.

"Memang untuk screening tidak perlu menunggu ada keluhan, kadang kalau ada kelainan-kelainan misalnya seperti tumor dan sebagainya biasanya muncul tanpa gejala jadi kita enggak merasakan apa-apa daripada kalau sudah menimbulkan gangguan baru diperiksakan, lebih baik kita tahu dari awal," kata dr Pande Putu Yuli Ananda Sari SpRad, di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan pemeriksaan USG diperuntukkan bagi semua kalangan, tidak hanya bagi pasien yang sudah berkeluarga. Namun, bagi masyarakat yang usianya sudah masuk pra lansia memang dianjurkan lebih sering untuk memeriksakan diri.

Baca juga: Periksa kesehatan laboratorium dianjurkan dengan konsultasi dokter

Ia menjelaskan bahwa proses USG dilakukan mulai dari pemeriksaan kelenjar gondok karena banyak ditemukan kelainan-kelainan yang tidak bergejala. Maka dari itu pihaknya menyarankan untuk melakukan USG agar sesuatu yang mengkhawatirkan dapat dicegah.

"Kemudian tahapannya adalah USG Payudara walaupun sebetulnya USG ini bukanlah satu-satunya modalitas atau alat untuk mengetahui adanya kelainan di payudara secara dini yang dianjurkan adalah mamografi dengan mengikuti beberapa syarat," jelasnya.

Salah satu persyaratan untuk melakukan pemeriksaan melalui mamografi yaitu dilakukan bagi yang usianya di bawah 40 tahun.

Pemeriksaan berikutnya, dilanjutkan pada bagian abdomen atau perut karena pada bagian itu terdapat banyak organ sehingga rentan ditemukannya kelainan, salah satunya tumor dan batu ginjal.

Pihaknya menambahkan untuk waktu pemeriksaan bagi masyarakat yang belum memiliki keluhan dianjurkan minimal satu tahun sekali, sedangkan bagi yang sudah masuk kategori lanjut usia lebih baik satu tahun dua kali.

"Sebenarnya bukan hanya USG saja tapi juga melakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat kondisi gula darah, kolesterol seperti apa, bagaimana dengan pola hidup kita yang lebih banyak makan junk food atau makan di luar yang tentu tidak bisa kita kondisikan harus sehat ya, makanya dianjurkan sekali untuk rutin dilakukan,"kata dr. Yuli.

Sebelum melakukan pemeriksaan USG juga diimbau agar melakukan puasa selama 6 jam agar tidak mempengaruhi proses pemeriksaan tersebut.

Ia menyarankan agar masyarakat tetap menunjukkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat kemudian olahraga dan istirahat yang cukup. Selain itu, yang terpenting adalah memeriksakan diri secara teratur baik itu pemeriksaan rontgen dada untuk mengetahui kondisi paru-paru dan rutin melakukan USG.

Baca juga: Kursus pranikah diusulkan lanjut tes kesehatan untuk calon pengantin

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkes pastikan WN China tertular Corona setelah keluar Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar