ICMI dorong The Abrahamic Tradition untuk ciptakan perdamaian dunia

ICMI dorong The Abrahamic Tradition untuk ciptakan perdamaian dunia

Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie berbicara dalam Konpers: Refleksi Akhir Tahun dan Rekomendasi Silaknas ICMI tahun 2019 di ICMI Center Jakarta, Jumat (27/12/2019). (ANTARA/Katriana)

Inilah yang menimbulkan masalah di dunia,
Jakarta (ANTARA) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendorong terbangunnya deklarasi kerukunan antara Yahudi, Kristiani dan Islam atau disebut The Abrahamic Tradition untuk menciptakan perdamaian dunia.

"Mari membangun kerukunan The Abrahamic Tradition. Yahudi, Kristen dan Islam, mari kita rukun bersatu," kata Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie dalam Konpers: Refleksi Akhir Tahun dan Rekomendasi Silaknas ICMI tahun 2019 di ICMI Center Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan Islam secara normatif merupakan agama perdamaian. Namun, Islam saat ini diekspresikan oleh banyak pihak dengan berbagai macam cara dan berbagai macam latar belakang.

Salah satu latar belakang yang kemungkinan memunculkan radikalisme adalah ketidakadilan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Baca juga: ICMI minta pemerintah China respons perasaan dunia Islam soal Uighur

"Misalnya di Timur Tengah, misalnya di Palestina. Jadi sumber terorisme dalam sejarah itu karena ketidamampuan menyelesaikan masalah lalu diekspresikan dengan cara keras di luar aturan yang lazim," jelasnya.

Selain di Palestina, muslim Rohingya di Myanmar dan muslim Uighur di China juga menerima perlakuan tidak adil dan penindasan.

Ketidakadilan terhadap muslim yang terjadi di banyak tempat tersebut mendorong banyak ekspresi politik yang memanfaatkan identitas Islam untuk kepentingan politik tiap-tiap golongan dan pada akhirnya menimbulkan aksi kekerasan dan mengorbankan umat Islam.

"Inilah yang menimbulkan masalah di dunia. Timbul radikalisme dan reaksinya Islamfobia. Orang takut sama Islam. Orang benci sama Islam," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengurai benang kusut masalah yang disebabkan oleh ketidakadilan dan berdampak pada kesengsaraan banyak orang, perlu banyak upaya yang harus dilakukan.

Baca juga: ICMI ajak umat tidak perdebatkan ucapan selamat ke pemeluk agama lain

Pertama, Jimly menyebutkan bahwa umat Islam perlu terlebih dahulu melakukan evaluasi, terutama bagi oknum yang melakukan tindak kekerasan untuk tidak lagi melakukannya.

Kemudian, kaum Yahudi, umat Nasrani dan Islam perlu berkumpul dan membuat deklarasi kerukunan yang diharapkan dapat menguatkan toleransi dan upaya untuk saling membantu masalah satu sama lain.

"Mari kita bikin hubungan kerukunan antarumat agama mulai dengan tiga agama, The Abrahamic Tradition, Yahudi, Kristiani, baik Katolik, Protestan maupun Ortodoks, dan Islam baik Sunni maupun Syiah. Kita gabung, kumpul sama-sama membangun kerukunan baru antarumat beragama bertiga dahulu, yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam," terangnya.

Dengan terbangunnya persatuan diantara ketiga pihak diharapkan akan terwujud dorongan untuk menyelesaikan masalah demi masalah sehingga politik kepentingan dapat teratasi dan pada akhirnya perdamaian dunia dapat terwujud.

"Insya Allah terorisme akan turun. Selesai itu masalah Palestina. Two-state solution harus diterima. Israel kita terima, Palestina kita terima," katanya.

Baca juga: ICMI ajak masyarakat bijak bermedia sosial cegah permusuhan

Pewarta: Katriana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres: ICMI harus bisa jawab tantangan umat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar