Kilas Balik 2019

Menakar kesuksesan 19 transfer terheboh sepanjang tahun - (Bagian II)

Oleh Gilang Galiartha

Bek Juventus Matthijs de Ligt berpose dengan seragam tim barunya usai resmi ditransfer dari Ajax sebagai bek termahal di dunia. (twitter.com/juventusfc)


12. Matthijs de Ligt (Juventus)

Junior sealmamater De Jong di Ajax ini menjadi remaja lain yang jadi buruan kubu-kubu elit se-Eropa. Juventus keluar menjadi pemenang dalam perburuan itu bermodalkan 75 juta euro ditambah 10,5 juta euro yang dibayar melalui lima kali cicilan ke Ajax demi mendaratkan De Ligt ke Italia pada 18 Juli.

Baca juga: De Ligt sudah kepincut Juve sebelum diajak Ronaldo

Ronaldo sempat disebut-sebut jadi "agen" yang memuluskan kepindahan De Ligt ke Juventus, saat mengajaknya bergabung lewat sebuah bisikan maut ketika Portugal mengalahkan Belanda di final edisi inagurasi UEFA Nations League.

Setelah tiba di Juventus, De Ligt butuh banyak waktu untuk beradaptasi dengan iklim sepak bola Italia. Hal itu terlihat dari jomplangnya statistik De Ligt di Serie A dan Liga Champions. Di Champions De Ligt sukses merebut bola dari 80 persen tekel yang dilakukannya dan angka itu jatuh hanya menjadi 50 persen di Serie A.

Namun, pada 3 November De Ligt menjadi pencetak gol tunggal untuk membawa Juventus memenangi Derby della Mole atas Torino.

Baca juga: Gol semata wayang De Ligt antar Juventus menangi Derby Della Mole

Hal itu jelas menjadi sinyal bahwa Juventus perlu bersabar kepada pemain berusia 20 tahun itu jika ingin tetap merasakan performa puncaknya sebagai salah satu calon bek terbaik di dunia era modern.

13. Idrissa Gueye (Everton)

Nama Gueye masuk dalam daftar ini bukan karena hingar bingar pemberitaan yang di sekitarnya, tetapi justru lantaran Paris Saint-Germain bak bergerak di bawah radar untuk mendatangkan legiun Senegal itu dari Everton pada 30 Juli dengan harga 30 juta poundsterling.

Siapa yang bisa membayangkan tim ambisius sekelas PSG merekrut gelandang bertahan berusia 30 tahun dengan satu-satunya prestasi yang dimiliki adalah menjadi bagian dari skuat Lille yang disokong Eden Hazard menjuarai Liga Prancis pada 2010/11 silam.

Gueye memang jadi andalan di Everton, tetapi namanya bisa masuk ke radar PSG tetap menjadi pertanyaan.

Baca juga: PSG berhasil dapatkan Idrissa Gueye dari Everton

Di PSG Gueye kerap menjadi pelapis Marquinhos dan Leandro Paredes, dengan catatan 15 penampilan di semua kompetisi dan statistik akurasi umpan hampir 90 persen.

Mengingat sumber dana tak terbatas yang dimiliki PSG, 30 juta mungkin bukan harga yang mahal untuk mendapatkan seorang pemain pelapis.

Selanjutnya: Pepe & Maguire

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas Balik 2019 - Desember: Dari prestasi Indonesia di SEA Games 2019 hingga peresmian tol pertama Kalimantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar