Menteri PUPR: Penataan Kota Lama Semarang gerakkan pariwisata

Menteri PUPR: Penataan Kota Lama Semarang gerakkan pariwisata

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/12/1019). ANTARA/Aji Cakti

Besok, Bapak Presiden Joko Widodo akan mengunjungi empat titik di Kota Lama
Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan program penataan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, bertujuan menggerakkan pariwisata di destinasi tersebut.

"Kita akan menggerakkan pariwisata di Kota Lama Semarang ini. Dengan demikian,  Semarang tidak hanya terkenal dengan lumpia atau ikan bandeng, tapi juga memiliki Kota Lama," ujar Menteri Basuki di Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Baca juga: Revitalisasi lanjutan Kota Lama Semarang dimulai September

Menteri PUPR menambahkan wisatawan yang datang ke Semarang dengan menggunakan kapal pesiar; tidak hanya ke Candi Borobudur, Magelang, namun juga menikmati Kota Lama.

"Nanti, juga masih ada penataan tahap kedua terkait pengendalian banjirnya dengan memasang pompa," katanya.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berencana memasang kipas angin seperti di Mekkah, Arab Saudi, agar wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama tidak kepanasan dan merasa nyaman.

"Besok, Bapak Presiden Joko Widodo akan mengunjungi empat titik di Kota Lama, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio," ujar Menteri Basuki.

Kunjungan Presiden tersebut, lanjutnya, dalam rangka mempromosikan Kota Lama Semarang.

Program Penataan Kota Lama Semarang dikerjakan Kementerian PUPR selama tiga tahun mulai 2017 sampai 2019.

Kementerian Pekerjaan PUPR telah menyelesaikan proyek penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) tahap I untuk makin menarik wisatawan mengunjungi lokasi tersebut.

Baca juga: Makin cantik, Kementerian PUPR selesaikan penataan Kota Lama Semarang

Sebelum penataan, KKLS, yang banyak terdapat bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa sebagai pusat perdagangan pada masa Hindia Belanda, kurang terawat, kusam, dan bahkan menjadi daerah rawan kejahatan, karena minim penerangan saat malam.

Setelah penataan, Kota Lama siap menyambut kunjungan wisatawan.

Kondisi jalan dan pedestrian di kawasan seluas 22 hektare kini sudah rapi menggunakan paving blok dengan dilengkapi pembatas.

Kemudian, dibuat pula jaringan utilitas berupa kabel listrik, fiber optik, telepon, dan pipa PDAM di bawah tanah, jaringan drainase dan pembangunan dua kolam retensi yakni Kolam Berok dan Bubakan untuk mengurangi risiko genangan.

Baca juga: Menteri PUPR akan tinjau sejumlah infrastruktur di Semarang

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub: Bandara Kediri mulai dibangun April 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar