Pasar Induk Kramat Jati sediakan 233 ton bawang dan cabai

Pasar Induk Kramat Jati sediakan 233 ton  bawang dan cabai

Pedagang cabai merah keriting di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, memilah pasokan untuk dijual menjelang Tahun Baru 2020, Senin (30/12/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Untuk kebutuhan Jakarta mencukupi
Jakarta (ANTARA) -
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur menerima pasokan bahan pangan bawang dan cabai menjelang tahun baru 2020 sebanyak total 223 ton pada Senin.
 
"Hari ini bawang merah dan putih yang didrop ke sini mencapai 98 ton dan cabai 125 ton untuk kebutuhan Jakarta mencukupi," kata Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun di Jakarta.
 
Agus mengatakan panen di sejumlah daerah penghasil di Pulau Jawa juga dalam situasi kondusif.
 
Bahkan pihaknya memperoleh pasokan tambahan hingga 10 ton dari Jawa Barat.
 
Seluruh persediaan bahan pangan tersebut dikelola oleh 1.660 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan harga jual yang bervariasi.
 
Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini dibanderol Rp22.000 hingga Rp27.000 per kilogram atau naik dari harga yang ditetapkan pemerintah Rp18.000 per kilogram.

Baca juga: Kapolrestro Jaktim sidak ke pasar

Baca juga: Harga cabai dan bawang di Pasar Pulo Gadung relatif stabil

Baca juga: Jelang Natal-Tahun Baru, Kementan jamin stok daging surplus 19.197 ton
 
Sedangkan cabai merah kriting dibanderol seharga Rp45.000 hingga Rp47.000 per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp32.000 per kilogram.
 
Agus mencatat adanya lonjakan jumlah konsumen yang bertransaksi di Pasar Induk Kramat Jati menjelang perayaan tahun baru 2020.
 
"Peningkatan konsumen berkisar hingga 20 persen hari ini," ujarnya.
 
Mereka yang datang berbelanja didominasi kalangan pedagang eceran di pasar tradisional Jabodetabek serta sebagian pedagang makanan.
 
Pasar induk yang menyediakan komoditas sayur mayur dan buah-buahan itu memastikan stok barang menjelang perayaan tahun baru 2020 dalam situasi aman.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Bangka, perahu nelayan juga disemprot disinfektan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar