Liga Italia

Pebisnis asal Amerika Serikat segera akuisisi AS Roma

Pebisnis asal Amerika Serikat segera akuisisi AS Roma

AS Roma sedang melakukan pembicaraan untuk menjual klub ke pengusaha asal Amerika Serikat.(REUTERS/Alberto Lingria)

Jakarta (ANTARA) - AS Roma pada Senin (30/12) mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan sebuah grup yang dipimpin oleh miliarder asal Amerika Serikat (AS) Dan Friedkin demi mengakuisisi klub sepak bola Serie A itu, meski belum ada kesepakatan resmi yang dicapai.

Klub-klub sepak bola top Eropa memang banyak menarik minat dari beberapa investor terkaya di dunia selama se-dekade terakhir, ketika olahraga ini menarik lebih banyak suporter seperti Asia, Amerika Serikat dan Timur Tengah.

The Financial Times melaporkan pada Senin bahwa sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Friedkin akan mengakuisisi AS Roma dengan harga 750 juta euro (sekitar Rp11,6 triliun), termasuk hutang klub.

Baca juga: Roma umumkan pembicaraan dengan calon investor

Bila proses akuisisi tersebut berhasil, AS Roma memecahkan rekor dengan nilai pembelian klub tertinggi di Serie A.

"Setiap kesepakatan dengan Grup Friedkin tunduk pada hasil positif dari proses uji tuntas hukum grup AS Roma," kata klub itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters pada Senin (30/12).

AS Roma sebelumnya pernah berpindah kepemilikan pada 2012 ketika diakuisisi oleh grup investor asal AS yang dipimpin oleh James Pallotta, yang menjabat sebagai presiden klub.

Namun, AS Roma gagal mengembalikan kejayaannya di bawah Pallotta dengan terakhir menjuarai gelar Serie A pada 2001. Saat ini Roma berkompetisi di Liga Europa, kompetisi kasta kedua Eropa, setelah hanya finis posisi keenam di Serie A musim lalu.

Diketahui bahwa Pallotta saat ini berusaha untuk menjual klub ibu kota Italia tersebut, mengadakan sejumlah pembicaraan dengan berbagai pembeli potensial. Mandeknya proyek pembangunan stadion baru AS Roma oleh pihak-pihak berwenang lokal dianggap menjadi salah satu faktor Pallota ingin menjual saham klub tersebut.(sumber Reuters)

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar