Pencarian korban Bus Sriwijaya dihentikan total

Pencarian korban Bus Sriwijaya dihentikan total

Proses pencarian korban Bus Sriwijaya, Selasa (24/12) (ANTARA/HO-SAR/19)

tidak ada laporan lagi dari keluarga korban
Palembang (ANTARA) - Operasi pencarian korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Liku Lematang Kota Pagaralam akhirnya dihentikan total karena tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda adanya korban baru.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang, Benteng Telau, Senin, mengatakan pencarian resmi dihentikan pukul 18.00 WIB setelah tujuh hari lamanya pencarian.

"Karena tidak ada laporan lagi dari keluarga korban dan tidak ada lagi tanda-tanda di lokasi, maka pencarian dihentikan," ujar Benteng.

Baca juga: Dishub Sumsel serahkan kecelakaan bus pada KNKT
Baca juga: Evakuasi hari ketiga Bus Sriwijaya nihil temuan


Selama tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan telah menyisir Sungai Lematang hingga radius enam kilometer, penyisiran dilakukan dengan rafting maupun menyelam.

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 48 penumpang dalam waktu dua hari dengan rincian 35 orang meninggal dunia dan 13 orang selamat.

Dari data tim SAR gabungan, sebanyak 27 penumpang bus maut tersebut berasal dari Provinsi Bengkulu dan 21 orang berasal dari Provinsi Sumsel.

Baca juga: Polisi evakuasi bangkai Bus Sriwijaya dari sungai untuk penyelidikan
Baca juga: Respons kecelakaan, Pemkot Pagaralam usulkan bangun Jembatan Lematang


Untuk korban meninggal dari Sumsel yakni 15 orang, sedangkan dari Bengkulu 20 orang, serta dari 13 korban selamat, 7 orang berasal dari Bengkulu dan 6 lainnya dari Sumsel.

"Semua korban meninggal telah dimakamkan dan korban selamat telah kembali ke kampung halaman masing-masing," kelas Benteng.

Bus Sriwijaya Jenis Mitsubishi Fuso Plat No Polisi BD 7031 AU rute Bengkulu - Palembang terjun ke jurang di Liku Lematang Jalan Lintas Pagaralam - Lahat KM 9, Desa Plang Kenidai, Kota Pagaralam pada Senin malam (23/12) pukul 23.15 WIB.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai kecelakaan tersebut sebagai kecelakaan bus terburuk sepanjang 2019 karena menelan korban meninggal paling banyak.

Baca juga: Pengamat: Perusahaan bus harus pastikan pengemudi kondisi prima
Baca juga: Relawan ACT bantu evakuasi korban bus sriwijaya
Baca juga: Kakorlantas: Kontrol perusahaan lemah sebabkan kecelakaan bus


Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenhub usut penyebab kecelakaan bus di Pagar Alam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar