Kilas Balik 2019

NBA 2019: dari dominasi asing hingga senjakala konsep tim super

Oleh Gilang Galiartha

NBA 2019: dari dominasi asing hingga senjakala konsep tim super

Ribuan warga menyambut para pemain Toronto Raptors saat parade kemenangan juara NBA 2019 di kota Toronto, Ontario, Kanada, Selasa (18/6/2019). Para pemain Raptors akan diarak di atas bus bertingkat dari Exhibition Place ke Nathan Phillips Square. ANTARA FOTO/Reuters/USA TODAY Sports/Dan Hamilton/pras.

Jakarta (ANTARA) - Megabintang LeBron James tetaplah magnet utama NBA, tetapi bahkan dia tidak mampu mencegah terjadinya dominasi asing sepanjang tahun 2019 di kompetisi bola basket Amerika Serikat yang menjadi barometer bola keranjang sejagad itu.

Dominasi paling kentara terlihat dengan keberhasilan Toronto Raptors, tim asal Kanada, menjuarai NBA 2018/19 dengan kemenangan 4-2 atas Golden State Warriors, yang jadi langganan partai final lima musim beruntun.

Baca juga: Raptors menangi gim keenam untuk amankan gelar juara NBA

Kawhi Leonard mungkin menjadi kunci utama keberhasilan Raptors menorehkan sejarah itu dan menjadi Pemain Terbaik (MVP) Final, tetapi kontribusi besar juga berdatangan dari sederet legiun asing di tim yang ditangani Nick Nurse tersebut.

Marc Gasol misalnya, direkrut Raptors pada 7 Februari 2019 demi menambah pengalaman playoff di tim itu, dan legiun Spanyol itu sukses membuktikannya dengan selalu tampil dalam 24 pertandingan yang menentukan gelar juara Raptors.

Pemain Spanyol lainnya, Serge Ibaka, jelas sudah berkontribusi besar sejak musim reguler, sedangkan legiun Kamerun Pascal Siakam tampil begitu menawan sepanjang musim hingga final dan performanya dihadiahi penghargaan Pemain Paling Berkembang NBA 2018/19 selain tentunya cincin juara.

Baca juga: Masai Ujiri dan hadiah mewah perjudian berani

Siakam juga praktis menjadi bagian dari gelombang dominasi pemain asing memenangi empat dari lima penghargaan individual NBA 2018/19, hanya menyisakan gelar Pemain Cadangan Terbaik untuk pebasket lokal Amerika Serikat, yang disematkan kepada Lou Williams (LA Clippers).

Penghargaan Pemain Bertahan Terbaik direngkuh oleh pemain asal Prancis Rudy Gobert (Utah Jazz) yang memenanginya untuk dua musim beruntun.

Pemuda Slovenia Luka Doncic (Dallas Mavericks) dinobatkan sebagai Pemain Debutan Terbaik NBA 2018/19, yang sebetulnya bukan hal aneh mengingat ia datang ke Amerika dengan torehan satu gelar EuroLeague untuk Real Madrid, satu anugerah MVP EuroLeague serta MVP Final Four EuroLeague.

Baca juga: Antetokounmpo menjadi Most Valuable Player NBA

Sedangkan gelar Pemain Terbaik (MVP) NBA 2018/19 diraih oleh pemain berjuluk Monster dari Yunani, Giannis Antetokounmpo, setelah mengantarkan Milwaukee Bucks jadi tim paling mentereng di fase musim reguler dengan torehan 60 kemenangan dan 22 kekalahan.
Antetokounmpo menjawab dengan baik tantangan yang ia minta dari pemilik lima cincin juara NBA, Kobe Bryant, sekira dua tahun sebelumnya.

Selanjutnya: Gelar MVP itu diraih...

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berlatih basket bersama pemain NBA Jason Anthoney Richardson

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar