Banjir dan longsor landa dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi

Banjir dan longsor landa dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi

Alat berat diturunkan untuk menyingkirkan material longsor dan memadatkan tanah di jalur perlintasan KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (ANTARA/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Hujan deras yang turun sepanjang hari di awal 2020, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuat dua kecamatan dilanda bencana tanah longsor dan banjir.

"Dua kecamatan yang diterjang bencana tersebut yakni Kecamatan Caringin dan Kabandungan yang hingga kini petugas kami masih bersiaga di lokasi," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Kamis.

Adapun wilayah yang dilanda banjir yakni Kampung Bojong RT 01/10, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin yang disebabkan tanggul penahan air sungai jebol akibatnya air meluap merusak lahan pertanian, namun tidak sampai ke permukiman warga.

Kemudian untuk bencana tanah lonsor terjadi di Kampung Lemburtegal RT 01/03, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, yang menyebabkan jalan desa tertutup material longsor dan satu rumah milik warga yang dihuni tiga jiwa tertimbun.

Baca juga: KA Bogor-Sukabumi kembali normal

Baca juga: KAI upayakan perjalanan kereta Bogor-Sukabumi kembali normal hari ini

Baca juga: Longsor di Cigombong ganggu perjalanan KA Bogor-Sukabumi


Longsor juga terjadi di Kampung Cikurutug, RT 01/01, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan yang mengakibatkan satu unit rumah berukuran 8x6 meter yang dihuni empat jiwa tertimbun tanah. Seluruh korban bencana tanah longsor ini sudah dievakuasi dan diungsikan ke rumah sanak keluarganya.

"Tidak ada korban jiwa pada bencana yang terjadi di dua kecamatan tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan relawan masih bergotong royong untuk membersihkan puing rumah yang rusak," tambahnya.

Daeng mengimbau kepada warga dengan kondisi cuaca yang ekstrem seperti curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir ini agar selalu waspada. Apalagi pada Kamis, (2/1) hujan sudah mulai turun yang bisa saja berpotensi terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiagakan petugasnya di daerah tugasnya masing-masing untuk melakukan pemantauan dan segera melaporkan jika terjadi bencana sekecil apapun agar bisa ditanggulangi dengan cepat untuk meminimalisasikan dampaknya.*

Baca juga: Puluhan bencana melanda Sukabumi sepanjang April

Baca juga: Banjir di Palabuhanratu akibat pendangkalan sungai

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar