Ditjen PAS: Tak ada rutan atau lapas di Jakarta yang alami banjir

Ditjen PAS: Tak ada rutan atau lapas di Jakarta yang alami banjir

Logo Ditjen PAS (@ditjen_PAS on twitter)

Hari ini info terakhir tidak ada lapas atau rutan yang kebanjiran di area Jakarta, Bogor, Depok maupun Bekasi
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menyatakan tidak ada rumah tahanan (rutan) maupun lembaga permasyarakatan (lapas) di Jakarta dan sekitarnya yang mengalami banjir.

"Hari ini info terakhir tidak ada lapas atau rutan yang kebanjiran di area Jakarta, Bogor, Depok maupun Bekasi," ujar Kepala Bagian Humas dan protokol Ditjen PAS Rika Aprianti saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Kamis.

Rika menjelaskan, pada Rabu (1/1), beberapa Rutan seperti Rutan Depok dan Rutan Pondok Bambu memang sempat tergenang air akibat tingginya intensitas hujan, namun hal itu hanya berlangsung sesaat dan segera surut.

Timbulnya genangan tersebut, kata dia, diakibatkan lokasi kedua rutan berada di daerah dataran rendah. Namun, Rika menegaskan bahwa peristiwa itu tidak sampai menimbulkan banjir yang membuat narapidana harus dievakuasi.

Baca juga: Ditjen PAS klarifikasi Ombudsman soal kamar Setnov di Lapas Cipinang

"Jadi cuma sebentar saja, tidak ada evakuasi. Sejauh ini kondisi semua aman, tidak ada yang banjir," ucap Rika.

Lebih lanjut, Rika mengatakan selama ini para tahanan juga rutin melakukan kerja bakti. Mereka juga sudah terbiasa menjaga kebersihan lingkungan rutan.

Kegiatan tersebut membuat saluran air di rutan tak tersumbat oleh sampah, sehingga tidak menimbulkan banjir.

"Apalagi kan di Jakarta itu rata-rata padat, kondisinya padat, kalau kita tidak kelola anak-anak warga binaan untuk menjaga kebersihan itu, wah tidak bisa dibayangkan," ujar Rika.

Dan kerja bakti bersih-bersih itu bagian dari penilaian perilaku mereka, bagian dari pembinaan juga, tambah dia.

Baca juga: Soal kamar mewah, Lapas Sukamiskin sebut segera rampungkan renovasi

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Kamis (2/1) menyebutkan 16 orang korban meninggal termasuk delapan orang di DKI Jakarta, satu orang di Kota Bekasi, tiga orang di Kota Depok, satu orang di Kota Bogor, satu orang di Kabupaten Bogor, satu orang di Kota Tangerang, dan satu orang di Tangerang Selatan.

Sementara itu, Perusahaan Listrik Negara, PLN mengatakan mereka memadamkan sementara listrik di 724 wilayah yang terkena banjir.

Hujan memang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) siang dengan intensitas besar sehingga banjir pun melanda warga di sejumlah wilayah.

Hingga pukul 08.50 WIB, Kamis (2/1), banjir masih terlihat di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Tangerang hingga Bekasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan tentang akan adanya hujan deras di seluruh wilayah Jabodetabek dan kemungkinan akan terjadi banjir pada Februari-Maret 2020.

Baca juga: Ditjen PAS, Kemenlu, Kedubes tindak lanjuti "The Jakarta Statement"

Baca juga: Ditjen PAS: Penyelundupan narkoba ke lapas manfaatkan drone

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir rob landa Penjaringan Jakarta Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar