Polda Metro pulihkan trauma anak-anak korban banjir lewat menggambar

Polda Metro pulihkan trauma anak-anak korban banjir lewat menggambar

Anak-anak korban banjir mengisi kegiatan mereka dengan menggambar bersama di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020). (ANTARA/Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menerjunkan tim Trauma Healing untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak korban banjir di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta Timur, dengan kegiatan menggambar bersama.

"Kita lakukan 'trauma healing' bagi korban banjir ini. Fokus kita pada anak-anak ini yang rentan terkena masalah psikologis karena musibah ini. Kita berikan permainan dan aktifitas menyenangkan," ujar Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP R. Sajarwo Saputro, Jumat.

Di lokasi pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta Timur, terdapat puluhan anak-anak yang menjadi korban banjir akibat meluapnya Kali Sunter pada Rabu (1/1) dini hari.

Menurut Sajarwo, kegiatan menggambar ini untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar cepat melupakan kejadian yang mereka alami. Mereka juga diajak bermain permainan sederhana, nampak raut keceriaan tergambar dari wajah mereka.

"Personel kita ada bagian psikologi di bawah biro sumber daya manusia. Kita terjunkan 10 personel kemudian ada bergabung juga rekan-rekan kita di Mabes Polri dari biro psikologi ada empat orang, 15 orang totalnya," kata dia.

Selain mengajak bermain dan menggambar, kata dia, terselip upaya memotivasi anak-anak agar mereka tetap semangat serta tahu apa yang mesti dilakukan apabila hujan deras dan banjir kembali terjadi.

Baca juga: Korban banjir di Pejaten Timur butuh air bersih
Baca juga: Jakarta banjir, Warganet: Batalkan Formula E
Anggota kepolisian dari Biro SDM Polda Metro Jaya memberikan buku gambar bagi anak-anak korban banjir di posko pengungsian Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020). (Asep Firmansyah)

Tak hanya bagi anak-anak, tim Trauma Healing juga menyasar orang dewasa yang merasa terpukul akibat banjir yang melanda wilayahnya.

Pendekatannya pun dilakukan berbeda, para korban banjir diajak untuk mencurahkan segala keluh kesah yang dialaminya.

"Yang sedih, ada yang kehilangan keluarganya, kehilangan harta benda, kebanyakan kaget, karena puluhan tahun ga pernah kebanjiran tiba-tiba kena banjir dan tidak bisa menyelamatkan harga benda,"

"Kita dekati ajak ngomong, kita sapa ajak ngobrol, nanti mereka akan curhat sendiri. Dari situlah kemudian kita dengarkan saja, kita berikan semangat, berikan motivasi," kata dia.

Wilayah Kelurahan Cipinang Melayu menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena banjir. Di posko pengungsian Universitas Borobudur terdapat 926 korban jiwa dengan rincian 467 laki-laki dan 259 perempuan. Di antara ratusan itu, 51 orang merupakan lansia, 114 balita dan delapan ibu hamil.
Baca juga: Banjir di Kemang surut, lalu lintas kembali normal
Baca juga: Warga Cipinang Melayu pilih bertahan meski banjir surut

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Akibat hujan deras, belasan rumah di Ternate terendam banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar