Muhadjir nilai belum ada pengganti sosok Yunahar di Muhammadiyah

Muhadjir nilai belum ada pengganti sosok Yunahar di Muhammadiyah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai menghadiri pemakaman Yunahar di Kompleks Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta, Jumat. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai sosok seperti Yunahar Ilyas belum ada penggantinya, khususnya terkait peran dan kepakarannya di jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

"Saya yakin tak ada yang betul-betul menggantikan peranan beliau selama ini," kata Muhadjir seusai menghadiri pemakaman Yunahar di Kompleks Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Muhadjir, Yunahar selama ini memiliki posisi yang sangat unik di jajaran PP Muhammadiyah, terutama di dalam hal kepakaran keislamannya yang dinilai sangat luas.

"Keislamannya yang sangat dalam dan luas. Beliau ini memiliki pengetahuan keislaman yang multi kompleks sehingga banyak hal-hal yang terkait 'istinbath' (mencari dalil) hukum (Islam), beliau yang jadi rujukan," kata Muhadjir yang juga Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Ribuan orang ikuti prosesi pemakaman Yunahar Ilyas di Karangkajen

Baca juga: Mahfud MD sampaikan belasungkawa wafatnya Yunahar Ilyas


Selain belum ada yang dinilai memiliki kepakaran seperti Yunahar, menurut dia, posisi Yunahar sebagai Ketua Bidang Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah akan terisi setelah dilaksanakan Muktamar Muhammadiyah.

"Menurut ketentuan tidak ada yang bisa mengisi sampai nanti ada Muktamar. Muktamar akan diselenggarakan Juli tahun ini," kata dia.

Secara pribadi, Muhadjir mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Yunahar. Banyak hal yang kerap ia konsultasikan dengan Yunahar khususnya terkait ilmu bahasa Arab.

"Kalau tanya soal qowaid, tentang nahwu, shorof, tentang masdar dan beberapa istilah yang saya masih ragu biasanya beliau yang saya minta memberikan opini kedua dari apa yang saya temukan," kata Muhadjir.

Sebelum meninggal, Yunahar Ilyas mengalami sakit komplikasi diabetes. Ia sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Baca juga: Obituari - Yunahar Ilyas sang ulama oase ilmu tinggalkan umat

Baca juga: Haedar: ceramah Yunahar Ilyas mudah dicerna masyarakat awam


Rencananya, Yunahar dijadwalkan menjalani operasi cangkok ginjal di RSUP Dr Sardjito. Operasi belum berjalan, Yunahar wafat pada 2 Januari 2020, pukul 23.47 WIB di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. (lahir di Bukittinggi, Sumbar, pada 22 September 1956 adalah pengajar dan ulama dari Muhammadiyah. Di a menjabat sebagai Ketua MUI Pusat. Wikipedia mencatat sejak ia masuk Muhammadiyah pada tahun 1986 sudah banyak jabatan dalam organisasi yang diembannya. Pada periode 2000-2005 ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah. Selanjutnya ia menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2005-2010; 2010-2015 dan 2015-2020.

Dalam kesehariannya, sejak tahun 1987 ia bekerja sebagai Guru Besar di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Jenazah Yunahar sempat disemayamkan di PP Muhammadiyah dan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman pada pada 10.30 WIB, sebelum akhirnya dikebumikan di Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta atau satu kompleks dengan makam pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.*

Baca juga: Para pelayat berdatangan untuk hormati Yunahar Ilyas di Yogyakarta

Baca juga: Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas dikenal sebagai sosok konsisten


Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menko Muhadjir minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar