PMI sosialisasikan cara pencegahan Hipotermia dan Leptospirosis

PMI sosialisasikan cara pencegahan Hipotermia dan Leptospirosis

PMI melakukan promosi kesehatan untuk korban banjir di pos pengungsian Universitas Borobudur dengan tujuan agar warga yang mengungsi mengetahui beberapa cara untuk menghindari penyakit yang ditimbulkan saat dan pascabanjir seperti Leptopirosis, TBC, demam berdarah dan lain-lain. (Antara/HO/Humas PMI Pusat/Zamhari)

DKI Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan sosialisasi cara atau tips pencegahan hipotermia dan penyebaran penyakit berbahaya yang banyak terjadi saat terjadi banjir seperti penyakit leptosporosis khususnya kepada korban bencana banjir.

"Biasanya korban banjir mudah terserang hipotermia yang dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin dan leptospirosis yang merupakan disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini," kata Kepala Biro Humas PMI Pusat Aula Arriani melalui sambungan telepon, Jumat.

Baca juga: ACT terapkan total disaster management dalam penanganan bencana banjir

Sosialisasi yang dilakukannya tersebut penting untuk korban banjir yang tersebar di wilayah Jabodetabek apalagi saat ini air masih menggenangi permukiman warga sehingga, masyarakat rentan hipotermia dan terjangkit Leptospirosis.

Adapun gejala terserang hipotermia seperti berbicara bergumam atau gagap, bibir berwarna kebiruan, denyut jantung lemah dan tidak teratur, tampak sangat tidak bertenaga, mengantuk atau lemas, menggigil terus-menerus.

Kemudian merasa kedinginan, napas pelan dan pendek, penurunan kesadaran, seperti kebingungan, pupil mata yang melebar, tidak dapat menghangatkan diri dan tubuh menjadi kaku dan sulit bergerak.

Jika ada warga mengalami gejala tersebut maka segera lakukan tindakan lepas dan ganti baju yang basah dengan yang kering, gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh, berikan minuman hangat yang tidak mengandung kafein.

Baca juga: Mendagri ajak seluruh pihak gotong royong penanganan pascabanjir


Selanjutnya, hindari paparan angin dan udara, pindahkan ke area yang dekat dengan sumber panas dan dapat berbagi panas tubuh, hindari penggunaan panas secara langsung, seperti air panas atau alas penghangat langkah ini bisa dilakukan sebelum tim medis tiba.

Kemudian untuk pencegahan terjangkitnya penyakit Leptospirosis seperti menggunakan sepatu boat dan sarung tangan jika hendak menyentuh air yang tergenang saat banjir, hindari berenang di air kotor, bersihkan badan dan tangan dengan sabun cair jika terkena air banjir.

Hindari kontak langsung dengan binatang yang menyebarkan bakteri Leptospira seperti tikus, anjing, sapi, kuda dan lainnya, memastikan air minum yang akan dikonsumsi benar-benar masak dan mendidih dan tutup luka yang terpapar air kotor.

Adapun gejala pasien terserang penyakit muncul ruam atau bercak kemerahan pada kulit, iritasi atau kemerahan pada mata, sakit dan nyeri otot perut, meriang, sakit kepala, demam tinggi dengan susu tubuh di atas 38 derajat Celcius, mual dan muntah.

Jika ada warga yang terserang atau menunjukkan gejala tersebut agar segera dibawa ke klinik atau pelayanan medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan pengobanytan. Warga khususnya korban banjir bisa mengakses info pelayanan PMI di twitter PMI @palangmerah menggunakan hastag #TanyaPMI.

Baca juga: Luhut: Rencana penanganan banjir Basuki-Anies "oke"

Setiap pertanyaan dan permintaan bantuan yang masuk melalui media sosial tersebut akan langsung ditindak lanjuti seperti mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah akibat terkepung banjir dan melakukan pertolongan pertama maupun tindakan medis.

"Untuk informasi lebih lengkap terkait pencegahan, gejala dan penanganannya warga bisa memanfaatkan atau membuka aplikasi first aid (pertolongan pertama) PMI yang bisa diunggah di Play Store," tambah Ola sapaan akrabnya.

Baca juga: Anggota DPR nilai pemda tindak cepat tangani banjir
Baca juga: Gubernur Banten apresiasi penanganan banjir di Lebak

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

JK: Idealnya dua persen dari penduduk jadi pendonor darah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar