Anies akan evaluasi penanganan banjir Jakarta

Anies akan evaluasi penanganan banjir Jakarta

Dokumen - Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan dirinya akan melakukan evaluasi penanganan banjir Jakarta sejak mulai menggenangnya air pada 1 Januari 2020.

"Tentu di semua lokasi kita lakukan evaluasi mana yang curah hujan tinggi di situ kami siapkan lebih banyak alat-alat juga banyak sehingga kita mempercepat pengaliran genangan," kata Anies di Kampung Pulo, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Anies sebut masih ada 65 RW yang tergenang banjir

Anies juga mengatakan pihaknya selalu melakukan pengontrolan kinerja pompa yang disebutnya ada 478 unit dan tersebar di lebih dari 140 lokasi itu agar bisa beroperasi selama 24 jam untuk bisa menguras air sejak banjir menerjang.

"Tentu dong dan Alhamdulilah pompa berfungsi dengan baik, indikasinya kemarin ketika hujan deras luar biasa itu, 85 persen wilayah Jakarta itu aman dan jumlah curah hujannya luar biasa bertahap bisa dialirkan dan dalam dua hari tinggal 15 persen kami apresiasi sekali seluruh jajaran yang bekerja 24 jam menguras air untuk bisa kembali kering," katanya.

Baca juga: Anies: Tanggul Latuharhari mulai ada rembesan air

Ketika ditanyakan terkait ditemukannya pompa air yang rusak seperti di Teluk Gong dan Gunung Sahari, Anies menyebut bahwa itu bukanlah disebabkan pompa yang rusak namun karena tidak adanya pasokan listrik lantaran PLN memutus aliran listrik demi keamanan warga.

Baca juga: Anies yakin kegiatan belajar hari pertama akan normal pascabanjir

"Jadi sebenarnya itu bukan pompa rusak, tapi ketika itu terendam oleh air, sehingga listriknya harus dimatikan. Karena listrik mati lalu didatangkan genset. Setelah kirim genset jalan lagi. Itu kondisinya di lapangan. Pompa itu dikerjakan oleh tujuh orang dengan yang 'stand by' tiga orang agar bisa berfungsi 24 jam secara aman," ujarnya.

"Kalau pun ada temuan kerusakan, akan langsung diperbaiki. Kita temukan di lapangan. Dengan kerja nonstop lalu kemudian mengalami gangguan. Begitu mengalami gangguan langsung diperbaiki," tuturnya.

Total kerugian yang timbul akibat banjir, kata Anies, belum bisa ditaksir karena pihaknya sedang berfokus untuk pengamanan korban dan rehabilitasi pemukiman.

"Belum ada taksiran sekarang. Ini fokusnya pengamanan dulu, lalu rehabilitasi. Saya juga mengajak kepada semua masyarakat besok untuk ikut membantu saudara kita yang rumahnya dan kampungnya terdampak, sambil kita ikhtiarkan untuk yang masih tergenang agar bisa segera tuntas," kata Anies.

Baca juga: Banjir surut, pernikahanpun terlaksana di Masjid Rhoma Irama

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Sabtu pukul 18.00, masih ada 54 RW yang terendam banjir. Di Jakarta Utara tujuh RW, Jakarta Barat 36 RW, Jakarta Selatan delapan RW dan Jakarta Timur tiga RW dengan jumlah pengungsi masih tersisa 5.184 jiwa di 25 lokasi pengungsian.

Akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), hingga ribuan orang harus mengungsi.

Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir tersebut.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penggabungan normalisasi dan naturalisasi untuk atasi banjir Jakarta

Komentar