Menlu Prancis tegaskan koalisi terus berjuang melawan ISIS di Irak

Menlu Prancis tegaskan koalisi terus berjuang melawan ISIS di Irak

Pelayat menghadiri pemakaman komandan pasukan elite Quds Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani dan pemimpin Hashd al-Shaabi Irak atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas karena serangan udara AS di Baghdad, Irak, Sabtu (4/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Wissm al-Okili/pras.

Pemerintah berkomitmen untuk mencabut permintaan bantuan dari koalisi internasional yang memerangi negara Islam karena berakhirnya operasi militer di Irak dan pencapaian kemenangan
Paris (ANTARA) -
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan pada Minggu bahwa ia berbicara melalui sambungan telepon dengan perdana menteri Irak, dan menekankan pentingnya membiarkan koalisi internasional untuk berperang melawan gerilyawan ISIS di Irak dan Suriah.

Kantor Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan sebelumnya pada Minggu bahwa Mahdi mengatakan kepada Le Drian dalam sambungan telepon bahwa para pejabat saat ini sedang bekerja untuk menerapkan resolusi parlemen Irak terkait pengusiran pasukan asing.

Parlemen Irak pada Minggu mengeluarkan resolusi yang meminta pemerintah untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing di Irak dan memastikan mereka tidak menggunakan tanah, udara, dan airnya dengan alasan apa pun.

"Pemerintah berkomitmen untuk mencabut permintaan bantuan dari koalisi internasional yang memerangi negara Islam karena berakhirnya operasi militer di Irak dan pencapaian kemenangan," demikian pernyataan resolusi tersebut.

"Pemerintah Irak harus bekerja untuk mengakhiri keberadaan pasukan asing di Tanah Irak dan melarang mereka menggunakan tanah, wilayah udara atau air dengan alasan apa pun."
Baca juga: AS kecewa atas resolusi Irak soal keberadaan pasukan asing
Baca juga: Parlemen Irak keluarkan resolusi untuk akhiri keberadaan pasukan asing


Resolusi parlemen, berbeda dengan undang-undang, tidak mengikat pemerintah, tetapi Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi sebelumnya sudah meminta parlemen untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing.

Sumber: Reuters

 

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar