Curhat siswa SD Pasar Baru, cerita banjir hingga teman alami musibah

Curhat siswa SD Pasar Baru, cerita banjir hingga teman alami musibah

Para siswa berkumpul dan bercerita pengalaman liburnya di depan ruang kelas SDN 01 Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020). ANTARA/Livia Kristianti/pri.

rumah temannya itu ada yang terbakar akibat menggunakan lilin sebagai penerangan karena tidak ada aliran listrik pada saat banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat
Jakarta (ANTARA) - Selain memulai sekolah hari pertama, para siswa yang datang ke sekolah masing- masing bertukar cerita tentang libur sekolahnya disela- sela menunggu waktu masuk ke kelas.

Contohnya seperti para siswa SDN 01 Pasar Baru yang saling curhat karena banjir yang mereka alami pada saat libur pergantian tahun.

"Aku kan rumahnya di Lautze, itu sepinggang banjirnya. Waktu banjir aku langsung ngamanin baju sama buku- buku pelajaran aku," kata Cantika yang merupakan murid kelas 4 di SDN 01 Pasar Baru, Senin.

Cantika sambil tertawa ringan menceritakan dirinya lantas terpikir kondisi sekolahnya yang dekat dengan rumahnya itu pada saat banjir melanda.

"Aku langsung kepikiran, gimana ya nanti sekolah banjir ga tuh. Nanti harus bersih- bersih dong kalau banjir," kata Cantika.

Murid lainnya Nova juga menceritakan pengalaman banjirnya selama libur yang mengharuskan tubuhnya yang mungil berpacu dengan aliran banjir dan berusaha menyelamatkan barang- barang sekolahnya pada jam 05.00 WIB dini hari.

"Itu kan tiba- tiba tinggi airnya. Aku langsung lompat dari kasur. Ibu langsung selametin seragam. Aku langsung ambil buku- buku," celoteh Nova.

Natasya murid lainnya menceritakan hal berbeda, ia menceritakan teman sekelasnya yang harus kehilangan rumah karena banjir.

Baca juga: 30 persen siswa SDN 01 Benhil tidak masuk sekolah karena banjir

Baca juga: Disdik DKI pastikan seluruh sekolah siap terima siswa pascabanjir

Baca juga: Greenpeace: Banjir Jakarta peringatan dampak perubahan iklim


"Ropih lebih kasihan tapi. Rumahnya kebakar. Ilang udah semua, rapor, baju sekolah, buku. Hilang ga nyisa," kata Natasya.

Natasya bahkan menceritakan, rumah temannya itu terbakar akibat menggunakan lilin sebagai penerangan karena tidak ada aliran listrik pada saat banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

"Pokoknya aku mau bantu Ropih, ngasih tas kali ya?" kata Natasya.

Para siswa tersebut asik dengan ceritanya, meski begitu mereka tidak lupa dengan tugasnya untuk belajar di sekolah dengan kondisi yang sehat dan nyaman.

"Kalau di sekolah nanti ada banjir lagi, kita harus ikut bersih- bersih ya. Biar ga ada kuman, ga ada nyamuk. Aku kan mau belajar biar nyaman," ajak Cantika kepada teman- temannya.

SDN 01 Pasar Baru merupakan salah satu sekolah yang terendam banjir pada Kamis (2/1) akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta selama 19 jam. Pada saat banjir tercatat 12 ruangan terendam setinggi 10 centimeter dan surut pada Jumat (3/1).
 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir rob landa Penjaringan Jakarta Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar