Bayi kembar dempet dada-perut di Kalteng akan dirujuk ke Surabaya

Bayi kembar dempet dada-perut di Kalteng akan dirujuk ke Surabaya

Bayi kembar dempet saat berada di ruang perinatologi level 2 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat Minggu (5/1/2020). ANTARA/Koko Sulistyo

Pangkalan Bun (ANTARA) - Bayi kembar dempet dada dan perut yang pada 4 Januari 2020 lahir di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), akan dirujuk ke RSUD dr Soetomo di Surabaya, Jawa Timur. 

"Kalau nanti dirujuk, maka harus dipastikan pasien dalam tatanan pelayanan medis yang baik," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Ahmad Rois di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Senin.

Bayi kembar siam yang dilahirkan Istiharoh (30), warga Kabupaten Kotawaringin Barat, diharapkan bisa mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan di rumah sakit tipe A seperti RSUD dr. Soetomo Surabaya.

"Kami berharap dengan tatanan layanan medis yang baik maka pelayanan terhadap bayi kembar siam ini dapat dilakukan dengan tuntas," kata Ahmad.

Dokter spesialis anak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Diah Erma mengatakan bahwa beberapa bagian organ kedua bayi itu menyatu, termasuk rongga dadanya.

"Kami masih lakukan pendalaman apakah jantung berjumlah dua atau satu, namun dari deteksi jantung hanya satu yang berdetak, lazimnya kalau jantung dua maka detak jantung juga dua," katanya, menambahkan, bagian hati dan beberapa bagian usus dari kedua bayi itu juga menyatu.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachrudin mengatakan bahwa operasi pemisahan kedua bayi kembar tersebut memerlukan biaya besar, sekira Rp1 miliar kalau pasien di luar tanggungan BPJS Kesehatan.

Ia mengatakan, kedua bayi itu sudah terdaftar sebagai peserta program jaminan kesehatan nasional yang biaya medisnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun RSUD juga sudah membukakan rekening donasi atas nama ibu bayi kembar tersebut dan saat ini sudah ada Rp10 juta sumbangan yang masuk ke rekening.

Istiharoh, ibu bayi kembar siam itu, saat ini sudah dalam keadaan sehat dan bisa pulang ke rumah karena si ibu hidup selama ini sebatang kara dan menumpang di rumah warga pengelola rumah sakit akan memulangkannya ke rumah singgah milik RSUD Sultan Imanuddin.

"Kalau dipulangkan ke rumahnya kita takut bekas operasinya tidak dirawat dan malah bisa infeksi, untuk itu kita tampung di rumah singgah kita, sekaligus memudahkan untuk kontrolnya," kata Fachrudin.
Bayi kembar dempet saat berada di ruang perinatologi level 2 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat Minggu (5/1/2020). ANTARA/Koko Sulistyo


Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah saat dihubungi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten akan memfasilitasi perujukan bayi kembar siam tersebut ke RSUD dr Soetomo di Surabaya. 

Menurut dia, biaya perawatan bayi kembar anak warga Kelurahan Baru di Kecamatan Arut Selatan itu selama di RSUD Sultan Imanuddin akan digratiskan.

"Kita harapkan kalau nanti ada tindakan dari tim medis keduanya bisa selamat, dan pemerintah daerah akan memberikan bantuan dan kita juga buka rekening peduli sesama untuk meringankan pihak keluarga," kata Nurhidayah.

Diah menjelaskan rasio kelahiran bayi kembar siam satu banding 200.000 angka kelahiran.

Kelahiran bayi kembar siam, ia melanjutkan, "Disebabkan pembelahan janin kembar monozigot terlambat. Proses pembelahan ini terjadi pada 8-12 hari setelah sel telur bertemu sperma, maka jika terlambat pembelahan cenderung berhenti sebelum proses selesai sempurna."

Baca juga:
Warga Pangkalan Bun lahirkan bayi kembar siam dempet dada dan perut
Kembar siam Aqila-Azila akhirnya bisa pulang ke Kendari

 

Pewarta: Kasriadi, Koko Sulistyo
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Operasi pemisahan bayi kembar siam di Medan berjalan lancar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar