Jangan Cari "Hajar Jahanam"

Mekkah (ANTARA News) - Jangan coba mencari 'hajar jahanam' dari tangan tenaga musiman (Temus) yang berasal dari berbagai negara muslim di Timur Tengah pada musim haji 1429 H/2008 M, karena ancaman hukuman bagi penjualnya sangat berat.

"Wah, tahun ini pengawasan ketat," kata Lukman (24), mahasiswa yang kini masih belajar di Kairo, Mesir, dan mengaku baru kali pertama direkrut sebagai tenaga musiman untuk menyukseskan pelaksanaan ibadah haji.

Ia membenarkan bahwa pada musim haji beberapa tahun sebelumnya penjualan 'hajar jahanam' atau obat pejantan bagi kaum adam itu cukup marak.

Tetapi untuk musim haji tahun ini bakal sulit didapat. Kalaupun ada yang jual pasti dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Alasannya, karena Ketua Penitia Pelaksana Ibadah Haji Indonesia (PPIH) yang juga merangkap Ketua Tim Teknis Urusan Haji (TUH), Nursamad Kamba, menerapkan aturan bahwa bagi mahasiswa yang kedapatan membawa barang ilegal dari Mesir itu dikenai sanksi berat, berupa pengusiran dari Arab Saudi.

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni juga jauh hari sudah mengingatkan agar mahasiswa yang direkrut sebagai tenaga PPHI dapat mengindahkan aturan di tanah suci. "Jadi, berat hukumannya," kata Lukman, mahasiswa asal Madura dan baru sebulan menikah.

Pada musim haji 1429 H, tenaga musiman yang direkrut sebanyak 560 orang. Mahasiswa sebanyak itu berasal dari Mesir, Damaskus, Yordan, Tunisia, Maroko, dan Sudan. Termasuk dari Pakistan, India, Bangadesh dan bahkan dari Malaysia.

'Hajar jahanam' bagi masyarakat muslim di Timur Tengah amat populer. Obat antiloyo tradisional Mesir bagi pria itu diyakini dapat memberi kepuasan bagi pasangan hidupnya.

Obat yang berasal dari tumbuhan tertentu di Mesir dan bentuknya menyerupai batu itu pada musim haji tahun lalu banyak dicari jemaah haji. Pada tahun ini pun demikian, namun kali ini untuk mendapatkannya susah.

Hajar jahanam sesungguhnya berasal dari bahan getah pohon yang kemudian oleh pakar peramu obat tradisional Mesir digunakan untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Menurut literatur, hajar berarti batu. Jahanam adalah salah satu nama neraka. Secara harfiah dapat diartikan sebagai batu neraka. Padahal benda yang banyak dipasarkan dalam ukuran gram di dalam plastik itu berasal dari tumbuhan.

Menurut dr. Ramon, fungsi hajar jahanam menjadikan kulit bebal temporer. Bagi pengguna baru obat tradisional Mesir ini harus hati-hati karena dapat menimbulkan efek panas. Ia adalah obat luar, bukan untuk ditelan.

Menggunakan hajar jahanam sama dengan melakukan anastesi lokal, kata dr. Ramon.

Bagi pendatang baru pengguna hajar jahanam hendaknya banyak bertanya kepada yang berpengalaman. Bila keliru isteri jadi korban karena waktu terbuang dan harus medinginkan "kepunyaan" suami.

Beberapa pedagang di Mesir sudah banyak menawarkan barang ini melalui laman dengan harga mencapai Rp200 ribu.(*)

Pewarta: anton
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar