Kemensos salurkan Rp7,8 miliar bantuan bagi korban banjir

Kemensos salurkan Rp7,8 miliar bantuan bagi korban banjir

Masyarakat yang terdampak banjir di kawasan Pasar Baru Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat mengangkut keperluan logistik saat terjadi banjir. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pelayanan dapur umum lapangan ini sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang berada di lokasi pengungsian
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial telah menyalurkan sebesar Rp7,8 miliar bantuan bagi korban banjir yang terdampak di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten.

"Itu sudah termasuk bantuan logistik darurat ke masing-masing provinsi yakni Rp2,1 miliar ke DKI Jakarta, Rp2,6 miliar untuk Jawa Barat dan Rp1,4 bagi Banten," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat di Jakarta, Selasa.

Baca juga: HA-IPB salurkan 1.900 paket bantuan untuk korban banjir di Jabodetabek

Distribusi bantuan logistik tersebut meliputi beberapa item di antaranya makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, mi instan, peralatan dapur keluarga dan kotak makan atau "foodware".

Selanjutnya juga termasuk tenda gulung, tenda serbaguna, selimut, velbed atau tempat tidur lipat, paket sandang, kasur dan sebagainya. Di samping penyaluran logistik darurat, bantuan dari Kemensos juga meliputi beras reguler sebanyak 20.000 kilogram bagi korban banjir atau senilai Rp210 juta.

Baca juga: Korban banjir dapat bantuan 1001 Club dan atlet PB Exist

Kemudian bantuan paket peralatan kebersihan sebanyak 300 paket dengan nilai total Rp135 juta serta 700 paket perlengkapan sekolah senilai Rp175 juta.

Terakhir, Kemensos RI juga memberikan santunan kepada ahli waris dari 67 korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Besaran bantuan tersebut senilai Rp15 juta per jiwa.

Baca juga: Pegadaian salurkan bantuan korban banjir Jabodetabek dan Banten

"Total sekitar Rp1 miliar dan saat ini dalam proses verifikasi ahli waris," kata dia.

Selain berbagai bantuan tersebut, Kemensos RI juga memfasilitasi dapur umum di 23 titik yang dikelola oleh taruna siaga bencana (Tagana) dan kelompok siaga bencana (KSB). Sebaran dapur umum tersebut meliputi 14 titik di DKI Jakarta, tujuh titik di Jawa Barat, dan dua titik di Banten.

"Pelayanan dapur umum lapangan ini sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang berada di lokasi pengungsian," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan secara umum pemerintah belum menghitung total bantuan yang disalurkan ke masyarakat.

"Terkait bantuan dari pemerintah pusat belum dihitung tapi masing-masing kementerian dan lembaga turut memberikan bantuan finasial maupun nonfinansial," katanya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puluhan penyandang disabilitas Wyata Guna unjuk rasa, Pemprov beri solusi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar