Survei BI: Optimisme konsumen akhir 2019 naik dipicu lowongan CPNS

Survei BI: Optimisme konsumen akhir 2019 naik dipicu lowongan CPNS

Bank Indonesia (BI). (Antara)

Meningkatnya optimisme konsumen ditengarai karena berlangsungnya pembukaan lowongan CPNS serta seleksi CPNS yang berlangsung sampai Desember 2019
Jakarta (ANTARA) - Survei Bank Indonesia (BI) menyebutkan optimisme konsumen terhadap perekonomian pada akhir 2019 meningkat, yang diperkirakan akibat pertambahan ketersediaan lapangan kerja setelah pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada November-Desember 2019.

Hasil survei konsumen oleh bank sentral yang diumumkan di Jakarta, Selasa, menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 naik menjadi 126,4 dari November 2019 yang berada pada level 124,2.

"Peningkatan IKK ini disebabkan oleh membaiknya indeks kedua komponen pembentuk, yaitu Indeks Ekonomi Saat ini (IKE) yang naik 3,8 poin menjadi 113,1 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik 0,5 poin menjadi 139,6," tulis Bank Indonesia.

Survei ini dilakukan setiap bulan yang merekam kegiatan konsumsi 4.600 rumah tangga di 18 kota besar di Indonesia. Survei konsumen ini juga menjadi salah satu rujukan Bank Indonesia dalam melihat pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Menurut Bank Indonesia, persepsi ekonomi saat ini meningkat karena indeks ketersediaan lapangan kerja yang naik sebesar 6,6 poin menjadi 10,1. Kenaikan tersebut terjadi pada responden dengan pendidikan SLTA dengan rentang usia 20-30 tahun dan 40-60 tahun.

"Meningkatnya optimisme konsumen ditengarai karena berlangsungnya pembukaan lowongan CPNS serta seleksi CPNS yang berlangsung sampai Desember 2019," lapor Bank Indonesia.

Sama halnya dengan indeks ketersediaan lapangan kerja, pada bulan Desember 2019 indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) naik 3,9 poin menjadi 117,5. Pembelian barang tahan lama naik antara lain untuk produk elektronik, kendaraan, dan perabot rumah tangga yang didorong oleh maraknya promosi yang dilakukan oleh retailer pada akhir tahun 2019.

Selain itu, indeks penghasilan saat ini mengalami peningkatan 1,1 poin dari bulan sebelumnya menjadi 120,7. Meningkatnya indeks penghasilan saat ini sebagian besar terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp3,1-4 juta per bulan, dengan rentang usia 51-60 tahun.

Di komponen Indeks Ekspektasi Ekonomi (IEK), survei Bank Indonesia menunjukkan pada enam bulan mendatang IEK  naik tipis 0,5 poin menjadi 139,6. Meningkatnya IEK disebabkan oleh kenaikan indeks ekspektasi penghasilan dan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja.

Namun, konsumen juga memprakirakan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang atau Maret 2020 akan meningkat. Peningkatan tekanan harga tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi konsumen terhadap penyesuaian harga pada kelompok tarif yang diatur pemerntah (administered prices).

Selain itu, tekanan kenaikan harga pada enam bulan yang akan datang (Juni 2020) diprakirakan meningkat seiring dengan harga yang masih tinggi pasca Idul fitri 2020.

Baca juga: BI: Waspadai peningkatan risiko inflasi pada triwulan I 2020

Baca juga: IHSG ditutup melambung, terkerek kenaikan bursa saham Asia



 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur BI sebut penguatan rupiah berdampak positif

Komentar