TNI usir kapal China dengan persuasif

TNI usir kapal China dengan persuasif

Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono (tengah) memberikan arahan pada prajurit TNI AL di atas KRI Karel Satsuit Tubun-356 yang bersandar di Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020). (M Risyal Hidayat)

Kita akan tetap melakukan pengusiran secara persuasif
Batam (ANTARA) - TNI tetap melaksanakan pengusiran terhadap kapal-kapal China yang memasuki wilayah perairan ZEE Indonesia dengan cara persuasif.

"Kita akan tetap melakukan pengusiran secara persuasif," kata Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono usai meninjau kesiapan KRI yang akan beroperasi besok di Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Selasa.

Baca juga: Kapal asing masuk Natuna ketika pergantian penjagaan

Ia mengatakan upaya pengusiran akan dilakukan tanpa batas waktu. TNI, kata dia, tetap hadir di laut untuk menghalau dan mengusir kapal asing dengan cara persuasif.

Saat dilakukan pemantauan, pihaknya masih memantau 30 kapal ikan China bersama 4 kapal coast guard dan 1 kapal pengawas ikan. Seluruh kapal asing itu masih berada di posisi yang sama seperti kemarin.

"Kapal ikan melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Kapal coast guard melaksanakan pengamanan di sebelah selatannya," kata dia.

Baca juga: Tokoh masyarakat minta aparat kawal nelayan Natuna

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Natuna Kepri, Rabu (8/1). Di Natuna, Presiden akan melakukan gelar pasukan.

"Kita siapkan sesuai prosedur Pam VVIP, di Bandara Ranai maupun Selat Lampa," tuturnya.

Baca juga: Warga Natuna tolak klaim China

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim dan M Risyal Hidayat
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahfud MD: kapal China sudah menjauh dari perairan Natuna

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar