UMRI tugaskan 10 dosen ikuti pendidikan S3

UMRI tugaskan 10 dosen ikuti pendidikan S3

Pimpinan UMRI sedang berfoto bersama. Saat ini UMRI bisa menampung sebanyak 3.000 mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021. (FOTO ANTARA/Frislidia)

Para dosen asal UMRI sebanyak 10 orang itu kini sedang melanjutkan pendidikan S3 ke Universitas Airlangga, Universitas Negeri Padang (UNP), Unand, USU, dan di Institut Teknologi Sepuluh November
Pekanbaru (ANTARA) -
Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperkuat keberadaan kampus swasta itu dengan menugaskan sebanyak 10 dosen mengikuti pendidikan S3 (strata tiga) di sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air.

"Para dosen asal UMRI sebanyak 10 orang itu kini sedang melanjutkan pendidikan S3 ke Universitas Airlangga, Universitas Negeri Padang (UNP), Unand, USU, dan di Institut Teknologi Sepuluh November, " kata Rektor UMRI Dr Mubarrak di Pekanbaru, Rabu.

Menurut dia, masih dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sebanyak 37 dosen UMRI bekerja sama dengan 47 doktor asal Universitas Kelantan Malaysia (UKM) dalam sejumlah program pendidikan.

Ia menjelaskan ketersediaan dosen di UMRI mesti berpendidikan S3, dan tidak ada lagi S1, sedangkan profesor hanya didatangkan sebagai dosen tamu.

Berikutnya tahun 2020 sebanyak 37 orang dosen sedang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan S3.

"Para pendidik itu mendapatkan tugas belajar berasal dari beasiswa Pemrov Riau dan dari Yayasan Muhammadiyah," katanya.

Mubarrak mengatakan, keberadaan dosen yang mengikuti pendidikan tersebut sekaligus diharapkan bisa mendukung kesiapan UMRI dalam menampung sebanyak 3.000 mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021.

"Untuk sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut dilakukan melalui enam jalur. Khusus untuk hafidz Al Quran akan dibebaskan tes dan dapat beasiswa, selain itu juga ada yang memperoleh pemotongan 30 persen hingga 50 persen, sebagai bentuk kemudahan yang diberikan kampus," kata Mubarrak.

Seleksi penerimaan mahasiswa baru, katanya, bisa melalui tes dan ada yang tidak. Sedangkan enam sistem seleksi penerimaan yakni jalur umum, jalur Muhamamdiyah, jalur prestasi, jalur saudara, jalur sekolah, pesantren dan keluarga guru, jalur beasiswa dan tahfidz Al Quran.

Untuk pendaftaran bisa dilakukan melalui internet dan peminat pun yang berasal dari desa bisa melakukan pendaftaran online.

"UMRI siap membangun generasi Islam yang berkemajuan, dan berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dengan biaya yang terjangkau, agar semakin baanyak orang yang bisa mewujudkan cita-citanya melalui pendidikan berkualitas, berbasis tekhnologi, kewirausahaan dan akhlak yang terpuji," katanya.

Selain itu, katanya, berbekal akreditasi B dari BAN-PT tercatat UMRI memiliki delapan fakultas dan 25 prodi. Karena itu UMRI siap menjadi tempat untuk mewujudkan cita-cita anak bangsa ini menjadi profesional yang mampu menjawab tantangan di dunia kerja dan industri.

Biaya perkuliahan tahun anggaran 2020/2021, katanya, mulai dari Rp2,8 juta hingga Rp3,8 juta dan waktu pendaftaran gelombang 1 mulai 6 Januari-11 April 2020, gelombang II pada 13 April-18 Juli 2020 dan gelombang III pada 20 Juli- 5 Septemeber 2020.

Untuk syarat umum, yakni lulusan SMA/SMK MA sederajat, khusus Prodi Studi Farmasi berasal dari lulusan IPA/SMK, Farmasi/SMK Kesehatan. Mengisi formulir pendaftaran tentunya di website www.daftar.umri.ac.id, mengisi dan menandatangani pernyataan kesediaan mematuhi seluruh tata tertib dan etika sebagai mahasiawa UMRI.

"Syarat tambahan untuk Prodi Studi Keperawatan, yakni berusia maksimal 24 tahun, tinggi badan minimal laki-laki 155 cm, dan perempuan 150 cm, mengikuti tes kesehatan khusus narkoba," katanya.

Untuk prodi yang disediakan adalah Prodi Fakultas Tekhnik (mesin otomotif D3), teknik mesin (S1), teknik industri (S1), tenik kimia (S1), Fakultas MIPA, kesehatan (keperawatan (D3) , biologi (S1), Fisika (S1), Kimia (S1) dan Farmasi (S1)).

Kemudian, Fakultas ekonomi dan Bisnis Akuntansi (S1), Ekonomi Pembangunan (S1), Keuangan dan Perbankan (D3), dan manajemen (S1). Fakultas Ilmu Komputer (teknik informatika (S1) dan sistem informasi (S1). Fakultas Ilmu Komunikasi (ilmu komunikasi (S1) dan public relation (S1).

Baca juga: Rektor UMRI harap mahasiswa cabut laporan polisi

Baca juga: UMRI matangkan persiapan pembukaan prodi kehumasan

Baca juga: Muhammadiyah Riau undang mufti Negeri Perlis Malaysia

Pewarta: Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menristekdikti: status dosen IPB pemasok bom Molotov tunggu kepastian hukum

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar