Ini yang terjadi bila jarang ganti celana dalam

Ini yang terjadi bila jarang ganti celana dalam

Ilustrasi celana dalam (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Waktu luang yang dihabiskan di rumah bisa membuat rasa malas melanda, termasuk malas mandi dan mengganti pakaian dalam. Hati-hati, sebab ada konsekuensi berbahaya saat Anda malas mengganti celana dalam dalam waktu lama. Berikut beberapa akibat yang bisa Anda hadapi bila terlalu malas untuk mengganti pakaian dalam yang sudah dipakai lebih dari sehari, dikutip dari berbagai sumber.

Gatal
Kalau Anda tak kunjung berganti celana dalam meski sudah kotor, bersiaplah menghadapi rasa gatal. Celana dalam kotor menyebabkan iritasi pada kulit karena bakteri berkumpul di situ. Keringat, kulit mati atau mikroba biasa berkumpul di area yang jarang dibersihkan.

Ruam
Ruam timbul jika gatal terus berlanjut dan tak ditindaklanjuti. Gatal berkembang sebagai respons terhadap infeksi bakteri, yang menyebabkan peradangan dan ruam kulit.

Bau tak sedap
Ilmu pengetahuan membuktikan ada sekitar 10 gram kotoran di sebagian besar celana dalam. Vagina adalah tempat bakteri yang bila tidak dibersihkan setiap hari akan menimbulkan bau tak sedap yang berbeda dari biasanya.

Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih terjadi saat bakteri kolon tiba di vagina. Jika Anda mengenakan celana dalam yang sama terus menerus, partikel feses bisa jadi mencapai vagina dan membuat Anda mengalami infeksi. Jadi, sering-seringlah ganti celana dalam.

Kutu di rambut kemaluan
Jika Anda memilih untuk tidak mencukur bulu kemaluan, pastikan bagian pribadi tetap kering dan bersih. Jika tidak, kutu bulu kemaluan bisa muncul di dekat akar bulu. Gantilah celana dalam setiap hari untuk memastikan kondisi tidak terlalu lembap sehingga jadi sarang kutu.

Jamur
Celana dalam yang tak diganti bisa menjadi sarang keringat dan bakteri serta menyebabkan infeksi jamur. Jika Anda betul-betul berkeringat hingga basah kuyup, misalnya setelah berolahraga, pastikan untuk ganti baju dan pakaian dalam.

Jerawat
Jerawat yang muncul di tempat-tempat sensitif akan terasa menyakitkan. Memakai celana dalam yang sama beberapa hari akan berujung pada jerawat, akibat akumulasi keringat dan minyak.

Radang
Pakar kesehatan kulit Robin Travers mengatakan pada Fitness Magazine bahwa radang bisa terjadi ketika keringat terkumpul di lingerie kotor. Meski ia membahas tentang radang akibat bra kotor, aturan yang sama berlaku untuk celana dalam. Jika Anda membiarkan bakteri bersarang di celana dalam dan bersentuhan langsung dengan kulit selama beberapa hari, jangan kaget bila muncul radang.


Baca juga: Kapan harus cuci bra?

Baca juga: Pakaian-pakaian yang bahayakan kesehatan

Baca juga: Bolehkah kenakan bra saat tidur?

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menag klarifikasi soal cadar dan celana cingkrang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar