Tren tas mikro di dunia fesyen

Tren tas mikro di dunia fesyen

Sejumlah gaya tas mini (REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Dalam gelaran American Music Awards 2019, penyanyi Lizzo membuat heboh dengan penampilannya saat dia menenteng tas mikro yang ukurannya tak lebih besar dari sebuah lipstik.

"Cuma ada tiga di dunia ini," kata Lizzo saat ditanya soal tas mikro-nya waktu itu dikutip dari Guardian, Rabu.
 
Lizzo menenteng tas mini Valentino (REUTERS)


Dia bercanda tasnya hanya muat pembalut, sebotol kecil tequila dan kondom.

Editor market di Fashionista Dara Prant mengakui tas-tas mikro tidaklah praktis.

"Kalau kau pergi cuma membawa selembar permen karet, lipgloss dan satu kartu kredit tidak masalah," kata Prant. Tapi kalau bawaannya banyak memang harus pakai tas yang lebih besar.

Tas mini, kini jadi tren fesyen yang sangat digemari. Sederet selebritas mulai dari Kardashian sampai model Kaia Gerber (putri Cindy Crawford).

Biasanya tas mini ukurannya 40 persen lebih kecil dibanding tas biasa.

Tas mini, pada abad ke-18 dijuluki "bahan tertawaan" (ridicule) karena memang tidak ada fungsinya, semacam karakter Emma, rekaan Jane Austen yang memiliki "ridicule ungu dan emas."

Daya tarik tas mini, menurut Prant adalah sederhana: "tas mungil itu manis."

"Tas mini semacam anak anjing, sangat menggemaskan," kata Prant.

Desainer paling kenamaan yang memboyong tas mini ke ranah online adalah Simon Porte Jacquemus.

Simon Porte Jacquemus membuat versi mini tas anyam jumbo yang pernah dipakai Bella Hadid.

Tas itu disebut La Chiquito yang cuma seukuran biskuit, harganya 400 euro dan dipakai Kim Kardashian dan Rihanna.

Tas itu menjadi tiga produk top wanita menurut indeks Lyst.

Baca juga: Jangan biasakan mencangklongkan tas di pergelangan tangan

Baca juga: Tas tangan Margaret Thatcher dilelang

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menaker dorong BLK kembangkan pelatihan desainer fesyen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar