Pesisir Surabaya dipasangi enam papan informasi cuaca digital

Pesisir Surabaya dipasangi enam papan informasi cuaca digital

Salah seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memperlihatkan papan informasi cuaca digital atau Weather Information Display (WID) di kawasan pesisir Kota Pahlawan, Jawa Timur, Rabu (8/1/2019). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Tahun 2019 telah memasang tiga WID, jadi total ada enam WID yang diperuntukkan untuk nelayan sebelum melaut bisa terinfomasi, sehingga sebelum melaut mereka bisa memprediksi keadaan cuaca
Surabaya (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jawa Timur  memasang enam papan informasi cuaca digital atau Weather Information Display (WID) di kawasan pesisir "Kota Pahlawan" itu.

"Tahun 2019 telah memasang tiga WID, jadi total ada enam WID yang diperuntukkan untuk nelayan sebelum melaut bisa terinfomasi, sehingga sebelum melaut mereka bisa memprediksi keadaan cuaca," kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad di acara sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan pesisir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Romokalisari, Benowo Kota Surabaya, Rabu.

Adapun tiga WID yang telah dipasang pada 2018 meliputi di Taman Suroboyo (Kelurahan Cumpat, Kecamatan Kedungcowek), Masjid Al Mabrur (Kelurahan Nambangan Perak, Kecamatan Kedungcowek) dan Tambat Labuh Sontoh (Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo).

Sedangkan pada 2019, WID telah terpasang di Sentra Ikan Romokalisari (Jl. Romokalisari I, Benowo Kota Surabaya), Titik Kumpul Nelayan Tambak Wedi (Jl. Tambak Wedi, Kenjeran, Kota Surabaya), dan Titik Kumpul Nelayan Kalisari (Jl. Kalisari, Mulyorejo, Kota Surabaya).

Irvan menjelaskan data yang ditampilkan di WID itu, didapatkan dari BMKG Maritim Tanjung Perak. Data tersebut merupakan data realtime yang diupdate setiap harinya dan berisi beberapa informasi, mulai dari suhu, kelembapan udara, cuaca, kecepatan dan arah angin, tinggi gelombang hingga jarak pandang.

"Ini semua terhubung ke SIUTS (Surabaya Integrated Urban Transport System) Joyoboyo, dan ke depan kita akan bekerjasama dengan BMKG untuk bisa terkoneksi dengan Early Warning System bila ada tsunami atau cuaca buruk lainnya, jadi kita sedang berkoordinasi untuk mengajukan," kata Irvan Wahyudrajad.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, Taufiq Hermawan menambahkan, kondisi cuaca secara umum di Jawa Timur, termasuk Surabaya, telah memasuki puncak musim penghujan. Biasanya, puncak musim penghujan ini terjadi di bulan Januari dan Februari.

"Jadi hingga bulan depan (Februari) kita masih berada di puncak musim hujan," kata Taufiq.

Kendati demikian pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya dengan melakukan pemasangan WID di beberapa titik pesisir pantai. Menurutnya, melalui WID ini pemkot memberikan fasilitas kepada masyarakat agar bisa memahami kondisi cuaca yang ada. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kondisi cuaca dan mengantisipasi lebih dini.

"Jadi ketika masyarakat mengetahui melalui display (WID), kondisi cuaca lembab masyarakat bisa mengantisipasi. Demikian juga ketika kondisi gelombang tinggi masyarakat juga bisa mengantisipasi," katanya.

Selain memasang 6 WID di daerah pesisir pantai, Pemkot Surabaya juga memasang TV wall di balai-balai RW atau perkampungan nelayan. TV wall yang berjumlah 20 unit tersebut, juga berfungsi sama seperti WID yang dapat menampilkan layanan informasi cuaca secara realtime kepada para nelayan.

Baca juga: BMKG pasang alat pengukur cuaca di Dieng

Baca juga: Warga Sukabumi rekayasa swadaya alat deteksi iklim

Baca juga: Semua bandara di NTT sudah dilengkapi pemantau cuaca

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar