Banyak korban longsor Sukajaya mengeluh gatal di Posko Kesehatan PLN

Banyak korban longsor Sukajaya mengeluh gatal di Posko Kesehatan PLN

Korban bencana longsor tengah diperiksa oleh dokter dari PLN di Posko Kesehatan PLN di dekat Kantor Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (8/1/2020). ANTARA/M Fikri Setiawan

kami khawatir, penyakit diare kalau cuacanya seperti ini
Sukajaya, Bogor (ANTARA) - Dokter dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), dr Dodi Nugraha menyebutkan bahwa banyak korban longsor yang mengeluh gatal-gatal saat berobat di Posko Kesehatan PLN dekat Kantor Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Banyak mengeluhkan gatal-gatal, pusing juga ada, masalah lambung, dan batuk pilek," ujarnya usai memeriksa 47 pasien yang sempat mengantre di Posko Kesehatan PLN, Rabu.

Menurutnya, keluhan gatal-gatal itu bisa diatasi dengan berbagai obat yang disiapkan oleh tim medis dari PLN. Para pasien diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu, kemudian diberikan resep obat sesuai dengan keluhan masing-masing.

Baca juga: Berjibaku menyalurkan bantuan korban banjir dan longsor
Baca juga: Bupati sebut ada lebih dari 6.000 warga Bogor mengungsi


Namun, ia khawatir para korban bencana menderita penyakit diare yang rentan menyerang masyarakat yang sehari-harinya hidup di pengungsian.

"Kami khawatir, penyakit diare kalau cuacanya seperti ini, tadi belum banyak, tapi tidak menutup kemungkinan (akan banyak)," kata dr Dodi.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN Regional Jawa, Madura dan Bali, Emmy Haryanto di tempat yang sama mengatakan bahwa selain membuka posko kesehatan, PLN juga memberikan sejumlah bantuan logistik untuk para korban longsor di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

"Kami membawa beberapa item untuk dibagikan ke pengungsi. Mudah-mudahan yang kami bawa bisa bermanfaat buat pengungsi," ujarnya.

Baca juga: Dompet Dhuafa beri bantuan medis korban banjir di Kampung Peuteuy
Baca juga: IPB University beri bantuan untuk korban banjir dan longsor di Bogor


Emmy mengatakan, semua logistik yang dibagikan untuk korban bencana ini semuanya barang baru, sehingga dipastikan layak untuk dipakai.

"Beberapa item seperti karpet plastik, pakaian bayi, pakaian dalam, gamis, selimut, mukena, sarung, pokoknya yang dibutuhkan pengungsi. Semua baru ga ada yang bekas," kata Emmy.

Seperti diketahui, pada hari Rabu (1/1) pukul 06.00 WIB terjadi hujan deras yang membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor.

Beberapa kecamatan di wilayah Barat Kabupaten Bogor yang terdampak bencana tersebut yaitu, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Nanggung, dan Kecamatan Jasinga.

Baca juga: Tiga korban longsor di Sukajaya Bogor belum ditemukan
Baca juga: Wagub Jabar salurkan bantuan Rp1,5 miliar untuk Kabupaten Bogor

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir Kota Pekalongan tewaskan enam orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar