Luhut ingin ada pangkalan nelayan di Natuna Utara

Luhut ingin ada pangkalan nelayan di Natuna Utara

Kapal nelayan yang bersandar di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Natuna. ANTARA/Natisha Andarningtyas.

Nanti ada pangkalan ikan. Dulu kan mau dibuat tapi enggak tuntas itu. Dulu letaknya itu juga di selatan, kita mau di utara, lebih dekat dengan itu (perbatasan)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah ingin membangun pangkalan nelayan di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Menurut dia, rencana untuk membuat pangkalan kapal ikan di Natuna bukan hal baru. Pangkalan itu akan dibangun untuk memfasilitasi nelayan asal Pantai Utara Jawa yang akan direlokasi untuk berlayar di sana. Sayangnya, rencana itu belum juga terrealisasi hingga saat ini.

"Tadi (dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP) kita ulangi desain Natuna. Nanti ada pangkalan ikan. Dulu kan mau dibuat tapi enggak tuntas itu. Dulu letaknya itu juga di selatan, kita mau di utara, lebih dekat dengan itu (perbatasan)," katanya di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu.

Luhut mengatakan nantinya ukuran kapal di perairan yang belakangan ramai diperbincangkan karena dimasuki kapal China itu juga akan ditentukan bisa di atas 30 GT.

Baca juga: Menhub akan mobilisasi kapal KPLP jaga perairan Natuna

Untuk mendukung kegiatan operasional, kapal tanker Pertamina diharapkan bisa ditempatkan di sana sehingga pengisian bahan bakar (refuelling) bisa dilakukan di tengah laut.

Sebelumnya, Luhut mengatakan rencana untuk menempatkan nelayan-nelayan Indonesia, khususnya dari Pantai Utara Jawa (Pantura) ke Natuna telah disampaikan sejak lama. Sayangnya, pangkalan nelayan di kawasan itu tidak pernah siap.

Baca juga: Mahfud: 470 nelayan sudah mendaftar ke Natuna

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD juga mendorong kapal perikanan asal Pantai Utara (Pantura) Jawa beroperasi di Laut Natuna/Laut China Selatan.

Kebijakan itu dalam rangka meningkatkan aktivitas di laut yang masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan meningkatkan patroli keamanan laut akibat masuknya kapal ikan China ke wilayah tersebut.

Baca juga: Jokowi minta nelayan Natuna optimalkan pemanfaatan sarana perikanan
Baca juga: Presiden dijadwalkan bertemu ratusan nelayan di Natuna

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Waspadai gelombang tinggi Laut Jawa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar