DKI siapkan pompa untuk antisipasi cuaca ekstrem

DKI siapkan pompa untuk antisipasi cuaca ekstrem

Mesin pompa pengendali banjir mobile. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersiapkan sejumlah pompa mobile ke kawasan pesisir untuk menghindari banjir karena laut pasang.

"Mulai tadi pagi semua pompa-pompa mobile 
kami diarahkan ke pesisir untuk antisipasi potensi air pasang dan hari ini ada potensi air pasang. Kemudian kita antisipasi dengan menyiapkan pompa itu," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di halaman Istana Negara, Jakarta, pada Rabu.

Anies juga memerintahkan pengaktifan seluruh posko di tingkat kelurahan untuk mengantisipasi potensi genangan air dan banjir.

Sejumlah pihak mulai dari TNI/Polri, petugas kelurahan bersama masyarakat diharap Anies untuk berjaga.

"Jadi ketika ada hujan yang mulai menghasilkan genangan, kita sudah langsung bisa merespon cepat," kata Anies.

Baca juga: Anies tidak permasalahkan Bekasi buang sampah banjir ke Bantargebang
Baca juga: TNI AU taburkan 4,8 ton garam ke awan cumulus
Truk pengangkut sampah menurunkan muatan sampah pasca banjir di lahan tambahan Zona III Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020). Pemerintah Kota Bekasi berencana akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam perizinan pembuangan sampah di lahan TPST tersebut akibat tingginya volume sampah pasca banjir yang melebihi kapasitas di TPA Sumur Batu. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc.
Selain itu, Gubernur menjelaskan kondisi bencana banjir yang terjadi di DKI Jakarta masih bisa diatasi sehingga tidak memerlukan peningkatan status tanggap darurat.

Jakarta, ujar Anies, tidak memenuhi kriteria untuk tanggap darurat bencana dengan merujuk kepada pedoman penetapan status keadaan darurat bencana.

Anies mengatakan ibu kota memiliki kemampuan memobilisasi SDM untuk penanganan darurat, serta dapat mengaktivasi sistem komando penanganan darurat bencana, dan melakukan penanganan awal seperti penyelamatan dan evakuasi nyawa penduduk yang terancam.

"Jadi tidak punya alasan Jakarta untuk darurat, apalagi secara anggaran ada. Jadi dasarnya apa untuk menetapkan status darurat," kata Anies.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga DKI Jakarta untuk mewaspadai banjir rob dan hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi lebih sering terjadi pada malam hari.

BMKG memprediksikan hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 9-12 Januari 2020, namun tidak seekstrem hujan yang terjadi pada tahun baru 1 Januari lalu. 
Baca juga: Anies akan gunakan Toa untuk sampaikan peringatan dini banjir
Baca juga: Presiden perintahkan Gubernur DKI Jakarta selesaikan sodetan Ciliwung

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Konsep pembangunan Ibu Kota Baru diminati berbagai negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar