Kemenperin beri bantuan mesin dan peralatan untuk IKM korban banjir

Kemenperin beri bantuan mesin dan peralatan untuk IKM korban banjir

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan bantuan alat dan mesin untuk Industri Kecil Menengah tahu dan tempe di Semanan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Jakarta Barat, serta IKM di Perumahan Pinang Griya Permai, Kota Tangerang yang menjadi korban banjir Jabodetabek sejak 1 Januari 2020.

Kementerian Perindustrian memberikan bantuan berupa fasilitas kepada para pelaku IKM dalam penggantian mesin yang rusak akibat banjir guna mendorong pelaku usaha IKM agar usahanya dapat kembali berjalan.

“Ini adalah bagian dari bentuk komitmen Kemenperin untuk memberikan bantuan berupa penggantian mesin-mesin yang rusak hingga 100 persen,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi IKM Korban banjir di Tangerang, Kamis.

Baca juga: Kemenperin siap bantu IKM korban banjir

Menperin menjelaskan, pada pekan ini Kemenperin sudah menurunkan tim untuk berkunjung ke lapangan guna melihat dan meninjau langsung IKM yang terdampak banjir, untuk diberi bantuan.

“Laporan yang kami terima ada 1.200 IKM tempe dan 17 IKM tahu di salah satu sentra IKM tahu dan tempe di Semanan sentra IKM di Jabodetabek yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Pada awal 2020, sebagian wilayah di Indonesia memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi, hingga mengalami banjir.

Dampak banjir meluas hingga ke sektor industry, aktivitas ekonomi warga, khususnya Industri Kecil dan Menengah pun terganggu.

Baca juga: Anies: Hanya 15 persen wilayah Jakarta kebanjiran

Para pelaku IKM mengalami kerugian akibat padamnya listrik sehingga kedelai yang siap produksi gagal diolah, tahu dan tempe yang telah siap tidak bisa dipasarkan karena akses distribusi banjir, banyaknya mesin yang rusak akibat terendam banjir, bahan baku kedelai yang terendam air serta kebutuhan mendesak terkait dengan optimalisasi saluran pembuangan air utama di sentra.

Estimasi nilai kerugian sebesar Rp1 miliar untuk gagal pemasaran tahu dan tempe selama tiga hari dan Rp500 juta untuk kerusakan mesin dan peralatan.

Untuk itu, secara simbolis, Menperin Agus menyerahkan mesin dan peralatan kepada sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Jakarta Barat berupa 20 unit pompa dorong 1 PK, 2 unit pompa jet pump 3 PK, 4 unit dinamo mesin giling, dan 10 unit blower.

“Kami berharap upaya ini mampu membangkitkan kembali semangat dan aktivitas usaha mereka pasca musibah banjir tersebut,” tambahnya.

Pada tahap selanjutnya akan dilakukan pembinaan lanjutan berupa penataan/revitalisasi sentra melalui DAK, pendampingan IKM (mutu, manajemen, produksi, pemasaran) termasuk pendampingan dengan startup teknologi, serta fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan.

Kemudian, Menperin memberikan bantuan keenam IKM di Perumahan Pinang Griya Permai Kota Tangerang yang antara lain bergerak di sektor makanan, minuman dan konveksi. Bantuan yang diserahkan berupa; dua unit mesin jahit, satu unit mesin potong, satu unit mesin obras, tiga unit freezer, tiga unit kulkas, dua unit oven, tiga unit kompor, tiga unit mixer, tiga unit blender, Mesin setrika steam, dan tiga unit burner.

Bantuan untuk IKM di Perumahan Pinang Griya Permai ini juga akan dilakukan dalam bentuk pembinaan lanjutan berupa faslitasi HKI, dan kemasan, fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan, serta bantuan promosi (online dan offline).

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan pihaknya telah mengalokasikan dana untuk membantu IKM-IKM terdampak bencana.

“Dana itu akan kami gunakan untuk bantuan mesin, alat-alat kerja bagi IKM serta pembangunan kembali sentra IKM," tuturnya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

TNI-Polri bagikan sembako untuk korban banjir Kalteng

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar