Jakarta (ANTARA) - Mantan bos Nissan-Renault Carlos Ghosn mengatakan pada hari Rabu (8/1), bahwa dia awalnya tidak membayar untuk mengadakan pesta keluarga di halaman Istana Versailles, Prancis, karena ia pikir Istana menawarinya penggunaan tempat secara gratis.

Ghosn, yang bulan lalu melarikan diri ke Libanon dari Jepang dengan jaminan menunggu persidangan, sedang dalam penyelidikan terpisah di Perancis untuk menentukan apakah pesta di istana abad ke-17 itu merupakan keuntungan finansial yang diperolehnya dengan tidak patut.

Berbicara pada konferensi pers pertamanya sejak penangkapannya pada November 2018 di Jepang, Ghosn mengatakan dia yakin penggunaan alasan tempat mewah itu adalah "gestur komersial" dari istana dengan imbalan sponsor renovasi Renault.

Dilansir Reuters, Kamis, Ghosn mengaku terkejut mengetahui bahwa penggunaan gedung Grand Trianon, yang terletak di halaman Istana Versailles pada Oktober 2016 itu ditagih ke Renault.

"Catherine Pegard, Kepala Versailles, memberi tahu saya, 'Tn. Ghosn, Anda adalah penyumbang besar, dan bagi rekan-rekan besar kami, kami dapat menyediakan kamar. Jika Anda memiliki pesta pribadi, kami dapat menyediakan kamar.' Saya lalu mengucapkan terima kasih banyak," ungkap Ghosn.

Kantor Pegard di Public Establishment of the Palace, yang mengelola Versailles, masih belum menjawab dan menanggapi pernyataan Ghosn.

Beberapa bulan setelah kontaknya dengan Pegard, Ghosn mengatakan dia memutuskan untuk menjadikan istana itu sebagai tempat untuk merayakan ulang tahun istrinya, Carole, yang ke-50.

Acara ini diselenggarakan oleh sebuah perusahaan, katanya. Ghosn mempresentasikan dokumen pada konferensi pers di Beirut yang katanya menunjukkan bahwa penyelenggara telah mendaftarkan biaya menyewa gedung tersebut sebagai "nol Euro".

"Jadi, Anda tahu, ketika saya melihat ini saya katakan, 'ini gestur komersial'," katanya menegaskan.

Ghosn menyampaikan keterkejutannya ketika mengetahui bahwa terdapat biaya sewa 50 ribu Euro dan telah dikurangkan dari apa yang disebutnya "kredit yang diperoleh Renault dari menjadi sponsor Versailles."

"Kami bilang 'ok, kami siap membayar'," kata Ghosn. "Kami berpikir dengan itikad baik ini adalah semacam gestur komersial."

Penyelidikan Prancis dilakukan setelah Renault mengatakan pada Februari 2019, tiga bulan setelah penangkapan Ghosn di Jepang, bahwa mereka telah menemukan bukti dalam penyelidikan internal bahwa pihaknya telah menanggung sebagian biaya perayaan.

Ghosn mengatakan bahwa jika otoritas hukum Prancis ingin berbicara dengannya, dia bersedia untuk bertemu dan bicara dengan mereka.

Baca juga: Ghosn tuding Presiden Prancis terlibat di krisis Renault-Nissan

Baca juga: Ghosn: Renault-Nissan seharusnya gabung dengan Fiat Chrysler

Baca juga: Carlos Ghosn naik Shinkansen ke Osaka sebelum tinggalkan Jepang

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020