Jaksel salurkan 1.000 paket peralatan belajar pada siswa korban banjir

Jaksel salurkan 1.000 paket peralatan belajar pada siswa korban banjir

Sejumlah siswa dan orang tua murid berkumpul di SDN Bintaro 05 Pagi untuk menerima bantuan peralatan sekolah dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020). ANTARA/HO-Wakepsek SDN Bintaro 05 Pagi.

Penyaluran sudah dimulai sejak kemarin Rabu (8/1) ada 1.000 paket yang kita siapkan
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menyalurkan 1.000 paket peralatan belajar kepada siswa yang terdampak banjir Tahun Baru 2020 di sejumlah sekolah di kawasan itu.

"Penyaluran sudah dimulai sejak kemarin Rabu (8/1) ada 1.000 paket yang kita siapkan dan baru tersalurkan sekitar 810 paket," kata Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Selatan, Joko Sugiarto kepada ANTARA saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Joko menyebutkan paket peralatan sekolah tersebut terdiri dari tas sekolah, berisi buku tulis sebanyak 10, pensil dua, pulpen dua, rautan, penghapus dan penggaris.

Hari pertama penyaluran di tiga kecamatan yakni Jagakarsa, Cilandak dan Pesanggerahan. Untuk wilayah Pesanggerahan penyaluran dilakukan di SDN Bintaro 05 Pagi, secara simbolis kepada para siswa dari SDN Bintaro 05 Pagi, SDN Ulujami 06 dan SDN Petukangan Utara 06.

"Di Bintaro ada 300 anak yang dibagikan bantuan paket peralatan sekolah," kata Joko.

Baca juga: Masih ada sekolah liburkan siswa karena terdampak banjir

Selain di Pesanggerahan, paket peralatan sekolah juga disalurkan ke Cilandak sebanyak 200 paket dan Jagakarsa sebanyak 319 paket.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan mencatat ada enam Pendikan Anak Usia Dini (PAUD), 13 SD, satu SMP, dua SMA swasta yang terdampak banjir 1-2 Januari 2020.

Sementara jumlah siswa yang terdampak banjir wilayah Jakarta Selatan ada 3.444 orang.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menyiapkan 2.000 paket peralatan sekolah yang masih akan terus dibagikan hingga hari ini.

"Hari ini penyaluran paket peralatan sekolah dilaksanakan di Kebayoran Lama," kata Joko.

Joko menambahkan, pihaknya mendahulukan penyaluran paket peralatan sekolah agar para siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena para siswa juga kehilangan peralatan sekolahnya karena tersapu banjir.

Seperti siswa di SDN Bintaro 05 Pagi yang berangkat sekolah hanya dengan membawa diri dan tidak menggunakan seragam sekolah serta sepatu.

"Kami mengutamakan penyaluran paket peralatan sekolah agar siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk seragam dan sepatu lainnya, sedang diupayakan," kata Joko.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan SDN Bintaro 5 Pagi, Muh Subagyo mengatakan ada 220 dari 370 jumlah siswa yang terdampak banjir.

Baca juga: Kemensos salurkan Rp7,8 miliar bantuan bagi korban banjir

Para siswa ini, lanjut Subagyo datang ke sekolah dengan pakaian seadanya dan tidak membawa peralatan belajar.

"Total ada 220 siswa kami yang jadi korban banjir, siswa kehilangan seragam sekolah, sepatu hingga peralatan belajarnya," kata Subagyo.

Kegiatan belajar mengajar di SDN Bintaro 05 Pagi sudah efektif dilaksanakan sejak Selasa (7/1) dan hingga Kamis ini para siswa tetap belajar menggunakan pakaian sehari-hari dan buku pelajar dari bantuan yang telah diterimanya.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Apa saja yang disiapkan MRTJ dalam keadaan darurat?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar