Indonesia, Jepang perkuat kerja sama perikanan di Natuna

Indonesia, Jepang perkuat kerja sama perikanan di Natuna

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu (kiri) sebelum pertemuan bilateral di Jakarta, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/H-FDH)

Khusus untuk Natuna, dana hibah yang dialokasikan untuk pembangunan SKPT sebesar 983 ribu yen atau sekitar Rp124 juta dan telah dilakukan pengembangan fase pertama.
Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar, termasuk di Natuna.

“Indonesia mengharapkan agar SKPT fase kedua dapat ditindaklanjuti,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai melakukan Dialog Strategis ke-7 dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu di Jakarta, Jumat.

Tahun lalu, Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) menghibahkan dana senilai 2,5 miliar yen atau sekitar Rp324 miliar untuk pengembangan enam SKPT di pulau-pulau terluar di Indonesia, salah satunya di Natuna.

Khusus untuk Natuna, dana hibah yang dialokasikan untuk pembangunan SKPT sebesar 983 ribu yen atau sekitar Rp124 juta dan telah dilakukan pengembangan fase pertama.

Proyek pembenahan pelabuhan dan pasar ikan di pulau-pulau terluar termasuk di Natuna akan dilanjutkan pada Februari mendatang.

Selain itu, kedua negara juga akan meningkatkan kerja sama pembangunan pelabuhan dan pasar ikan, peningkatan kapasitas untuk nelayan, pengawasan perikanan, pengembangan pariwisata, serta kerja sama energi.

Baca juga: Presiden Jokowi ajak Jepang investasi di Natuna

Baca juga: Menhan: Kedaulatan Indonesia di Natuna harga mati


“Di bidang maritim, kita juga sepakat untuk kerja sama penjaga pantai termasuk dalam hal peningkatan kapasitas dan pertukaran domain maritime awareness di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Menlu Retno.

Sedangkan di bidang ekonomi, Indonesia berharap Jepang dapat segera menyelesaikan hambatan ekspor untuk beberapa produk seperti sawit, mangga, alpukat, dan buah naga.

Di lain pihak, Menlu Motegi memastikan untuk memperkokoh kerja sama dalam bidang pembenahan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagaimana disepakati dalam pertemuan puncak kepala negara serta pertemuan tingkat menteri luar negeri pada November 2019.

“Sehubungan dengan pembenahan infrastruktur, Jepang akan melanjutkan pembangunan jaringan MRT di Jakarta serta pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai dengan jadwal,” tutur Motegi.

Terkait dengan pengembangan SDM, Jepang akan melanjutkan kerja sama dengan menggunakan kerangka antarpemerintah dan swasta yang baru saja dibentuk untuk mempertimbangkan upaya mengembangkan SDM dan meningkatkan ekspor.

Baca juga: Pemerintah perlu mainkan langkah cantik dan strategis terkait Natuna

Baca juga: Indonesia minta Jepang lanjutkan investasi di pulau-pulau terluar

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar