Nadiem Makarim larang penggunaan plastik di lingkungan Kemendikbud

Nadiem Makarim larang penggunaan plastik di lingkungan Kemendikbud

Mahasiswa mementaskan teatrikal sambil membacakan puisi pada aksi Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Karaha Peduli Bumi di halaman Kampus Universitas Negeri Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat khususnya mahasiswa agar peduli terhadap sampah di lingkungannya terutama sampah plastik dan dalam aksinya PGE membagikan botol minuman dan tas kantong belanja untuk mengurangi penggunaan kemasan air mineral dan kantong plastik. ANTARA/Adeng Bustomi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melarang penggunaan kemasan air minum sekali pakai atau kantong plastik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal tersebut tertuang dalam Surat edaran Nomor 12 Tahun 2019  tertanggal 26 November 2019 tentang Larang Penggunaan Kemasan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik di Lingkungan Kemendikbud.

Dalam surat edaran yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan melarang penggunaan bahan-bahan yang dapat menimbulkan sampah, seperti piring, gelas, kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai, atau kantong plastik di lingkungan kerja masing-masing.
Baca juga: Siap-siap, larangan pengunaan plastik akan menyasar pasar tradisional
Baca juga: Pemkot Surabaya terbitkan surat larangan penggunaan kantong plastik


Kemudian dalam rapat, sosialisasi, pelatihan dan kkegiatan sejenis tidak menggunakan pembungkus makanan atau kemasan minuman plastik.

Setiap uunit diminta untuk menyediakan dispenser atau teko air minum, dan gelas minum di setiap ruang kerja atau ruang pertemuan, rapat atau aula.

Kemudian meningkatkan penggunaan peralatan makan dan minum yang terbuat dari kaca, melamin, keramik, dan rotan antara lain dengan membiasakan penggunaan botol minum sebagai alat minum dan membawa alat makan pribadi.

Selanjutnya, meningkatkan penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali dalam aktivitas jual beli di area kantin.

Selanjutnya, mengurangi penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lainnya yang berbahan plastik pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis lainnya. Dalam surat edaran itu, Nadiem meminta pimpinan unit kerja melakukan sosialisasi terhadap larangan penggunaan kemasan air minm berbahan plastik sekali pakai atau kantong plastik.
Baca juga: Bali sosialisasikan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai
Baca juga: Bandung rancang peraturan larangan penggunaan plastik

Pewarta: Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mendikbud janjikan Kampus Merdeka ciptakan magang kelas dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar