Alasan Fiersa Besari vakum dari panggung hiburan

Alasan Fiersa Besari vakum dari panggung hiburan

Penyanyi Fiersa Besari ditemui dalam jumpa pers "Konser Menuju Istirahat" di Annex Building, Jakarta, Sabtu (11/1/2020) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Fiersa Besari mengaku sengaja vakum dari panggung musik selama satu tahun untuk menenangkan diri dan menjalani hobi lamanya yakni mendaki gunung.

"Seharusnya saya banyak naik gunung tapi dua tahun belakang banyak manggung, jadwal saya naik gunung keganggu. Saya punya prinsip dulu, kalau kuliah ganggu jalan-jalan, tinggalin kuliahnya," ujar pelantun "Pelukku untuk Pelikmu" itu dalam jumpa pers "Konser Menuju Istirahat" di Jakarta, Sabtu.

"Sekarang kalau panggung ganggu jalan-jalan, tinggalin panggungnya. Intinya pengin lebih menenangkan diri dulu aja," lanjutnya.

Fiersa juga mengatakan cukup jenuh dengan jadwal manggungnya sehingga membuatnya stres, bahkan dia tidak memiliki waktu latihan lagi.

"Kalau terlalu banyak manggung kita jadi lupa esensi senang-senang tapi lama-lama jadi repetisi. Saya enggak punya waktu untuk (bikin) konsep di panggung kayaknya pengin istirahat, merenung lagi sambil jalan-jalan," jelas Fiersa.

Pelantun "Waktu yang Salah" itu melanjutkan, "Jadinya stres ya. Lebih ke stres sih. Jadi hilang nikmatnya. Musik kan yang membuat saya diterima masyarakat ya. Kalau hal itu malah bikin saya stres malah takut kan, nanti saya mau ngapain lagi. Daripada stres itu berkepanjangan, lebih baik saya cuti dulu. Biar nanti nikmat lagi gitu pas main musik."

Fiersa juga mengaku tidak takut popularitasnya turun karena vakum di saat namanya sedang naik.

"Ya sayang sih, tapi enggak apa-apalah pasti ada sesuatu yang harus kita korbankan. Saya rasa kalau ini membuat hidup saya lebih tenang, enggak apa-apa saya ambil dulu," jelas Fiersa.

Baca juga: Rehat, Fiersa Besari ingin taklukkan 33 gunung

Baca juga: Gelar konser perpisahan, Fiersa Besari janji beri kenangan

Baca juga: Fiersa Besari anggap gunung sebagai rumah kedua


Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar