Kemarin, dana bagi hasil kelapa sawit hingga perluas QRIS

Kemarin, dana bagi hasil kelapa sawit hingga perluas QRIS

Ilustrasi kebun kelapa sawit (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Sabtu (11/1) mulai dari usulan dana bagi hasil (DBH) kelapa sawit hingga penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) menyasar sistem pembayaran jalan tol.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.

1. Dana bagi hasil kelapa sawit

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah mengatakan forum rapat koordinasi usulan dana bagi hasil (DBH) kelapa sawit agar merumuskan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan ini, para perwakilan gubernur mengusulkan pembagian dana bagi hasil kelapa sawit daerah dan pusat itu berkisar antara 30 persen berbanding 70 persen, atau 35 persen berbanding 65 persen.

Berita selengkapnya di sini
Baca juga: Sejumlah gubernur akan usul dana bagi hasil kelapa sawit ke Presiden
 

2. Investor siap tanam modal di Batam

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Kepulauan Riau, Muhammad Rudi menyatakan empat perusahaan siap menanamkan modalnya senilai puluhan triliun rupiah di daerah itu pada 2020.

"Tahun ini mulai, ada empat perusahaan besar datang ke Batam dan sudah bicara sama kami," kata Muhammad Rudi dalam peluncuran Pilkada Batam di Batam, Sabtu.

Berita selengkapnya di sini
 

3. Harga minyak mentah turun

Harga minyak mentah turun pada penutupan perdagangan hari Jumat (10/1) karena kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan global mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengecilkan serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.

Iran pada hari Rabu (8/1) waktu setempat meluncurkan rudal balistik di pangkalan-pangkalan Irak yang menjadi basis pasukan AS sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Berita selengkapnya di sini
Baca juga: Harga minyak turun di tengah meredanya ketegangan geopolitik global

4. Memupuk pertemanan untuk bangun negara

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan perlunya bangsa Indonesia memupuk pertemanan atau perkawanan untuk membangun negara.

Menurut Luhut saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri yang dihadiri oleh seluruh duta besar RI dan Kepala Perwakilan RI, Jakarta, Sabtu, hal itu diperlukan agar kebijakan yang diambil bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Berita selengkapnya di sini
 

5. Perluas QRIS

Bank Indonesia (BI) berencana akan memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dengan menyasar sistem pembayaran untuk jalan tol hingga tiket transportasi umum.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Sistem Pembayaran BI Ricky Satria mengatakan sekarang jalan tol dan transportasi umum masih menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui kartu yang dikeluarkan oleh perbankan.

Berita selengkapnya di sini

Baca juga: QRIS tak akan hentikan peredaran uang
Baca juga: BI targetkan 15 juta pedagang gunakan QRIS pada 2020


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bayar zakat di Baznas Sumbar kini bisa pakai telpon pintar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar