Politik kemarin, dari Risma tak ambisius ke DKI hingga WNI di Suriah

Politik kemarin, dari Risma tak ambisius ke DKI hingga WNI di Suriah

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kebudayaan, Tri Rismaharini saat meninjau Pameran Rempah dalam rangkaian Rakernas I PDIP dan HUT Ke-47 partai, di JIExpo Kemayoran. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita politik kemarin (Sabtu, 11/1) yang menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, mulai dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tidak ambisius bersaing dalam Pilkada DKI 2020 sampai pandangan PBNU tentang pemulangan WNI di Suriah.

Risma serahkan kepada Tuhan bila diusulkan maju Pilkada DKI

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tidak bernafsu terhadap kekuasaan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa bila diminta untuk maju di Pilkada DKI Jakarta pada 2022.

Risma mengaku berbagai pihak telah menanyakan langkah selanjutnya setelah menduduki posisi sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode.

Selengkapnya di sini.

Puan pastikan PDIP ajukan dua PAW

Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani memastikan Harun Masiku yang diduga terlibat dalam kasus penyuapan anggota KPU Wahyu Setiawan tidak termasuk yang diajukan sebagai anggota DPR pengganti antar-waktu (PAW).

Di sela rangkaian Rakernas I PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/1), ia menyebut PDI Perjuangan hanya mengusulkan dua anggota DPR RI PAW untuk Yasonna Laoly dan Juliari Batubara yang menjadi menteri.

Selengkapnya di sini.

Puluhan ormas bentuk lembaga persahabatan

Sebanyak 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan membentuk Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) yang diketuai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Said Aqil Siroj.

Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah karena organisasi tersebut siap menerima dengan tangan terbuka.

Selengkapnya tentang organisasi tersebut di sini.

Pandangan PBNU tentang pemulangan WNI di Suriah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan pemerintah untuk memastikan semangat nasionalisme warga negara Indonesia (WNI) yang terindikasi terorisme di Suriah sebelum dipulangkan.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang menyebutkan sebanyak 187 warga negara Indonesia yang terindikasi terlibat terorisme masih berada di Suriah.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dipuji Megawati, Risma sebut tak peduli jabatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar